Begini Cara Pelaku Spam Judol di Kolom Komentar Medsos, Pantau Unggahan Viral Secara Real Time

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Spam promosi judi online (judol) yang membanjiri kolom komentar media sosial bukan dilakukan secara acak.

Di baliknya, ada sistem yang bekerja secara terorganisasi dan memanfaatkan teknologi otomatis.

Pakar keamanan siber Alfons Tanujaya menjelaskan, penyebaran spam judol umumnya dimulai dari pembuatan akun dalam jumlah besar atau account farming.

“(Pembuatan akun bodong) bisa dari nomor ponsel, email massal atau akun lama yang lebih dipercaya, ditambah akun korban bajakan phishing, dan lain-lain,” kata Alfons kepada Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Setelah memiliki banyak akun, pelaku kemudian mengoperasikannya menggunakan bot.

Baca juga: Marak Spam Judol di Kolom Komentar, Pengamat Sebut Platform Turut Tanggung Jawab

Bot tersebut dipakai untuk mengirim komentar secara otomatis melalui API platform atau peramban (browser) yang telah diotomatisasi.

Menurut Alfons, pelaku juga menggunakan berbagai cara agar aktivitas mereka tidak mudah terdeteksi oleh sistem keamanan platform.

Salah satunya dengan terus mengganti alamat IP dan menggunakan teknologi anti-device fingerprint untuk menyamarkan identitas perangkat yang digunakan.

Bot (kemudian) memantau akun dengan follower tinggi secara real time. Setiap kali ada unggahan viral langsung dibombardir dengan komen iklan judol,” jelas dia.

Ia menambahkan, pihak yang menyebarkan spam tersebut umumnya merupakan afiliator judi online.

Baca juga: Komdigi Ungkap Spam Komentar Judol Paling Banyak Sasar Akun Influencer, Instansi Pemerintah, hingga Media

Mereka memperoleh komisi berdasarkan jumlah pemain baru yang berhasil direkrut melalui tautan atau promosi yang disebarkan di kolom komentar.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyoroti soal maraknya spam komentar judi online (judol) pada kolom komentar sejumlah platform.

Meutya mencatat spam promosi judol di kolom komentar media sosial melonjak hingga 128 persen.

Meutya mengatakan akun pemengaruh (influencer) di daerah yang memiliki interaksi tinggi dengan para pengikutnya paling banyak disasar oleh spam komentar judol.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Distribusi sasaran menunjukkan bahwa akun yang paling banyak dispam itu menyasar mereka yang memiliki engagement tinggi," kata Meutya dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, (30/6/2025).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aripat Calon Suami Nathalie Holscher Kerja Apa? Dulunya Sales, Sekarang Punya Jabatan Mentereng
• 9 jam laluviva.co.id
thumb
TII Apresiasi Program Magang Nasional, Minta Perluasan Kuota Tetap Transparan
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
KP2MI Koordinasikan Pemulangan TKW Cianjur yang Minta Dipulangkan dari Libya
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Amankan 10 Orang dalam OTT di Kuantan Singingi
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Jelang Upacara Hari Bhayangkara Ke-80, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
• 5 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.