Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menilai Kota Tangerang, Banten memiliki lompatan besar dalam perbaikan lingkungan melalui pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Menurut Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon KLH Ary Sudijanto, meski berpotensi besar sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan industri semen, evaluasi KLH mencatat volume sampah terkelola Kota Tangerang masih perlu digenjot.
Advertisement
Dia menjelaskan, komitmen penuh sebagai kota penyangga ibu kota sangat dinantikan untuk memaksimalkan potensi ini. Pasalnya, kata Ary, jumlah yang terkelola saat ini masih rendah.
"Metode RDF ini merupakan metode yang baik selama memang ada off-taker yang berada di sekitar lokasi di mana sampah itu dihasilkan. Tangerang mempunyai kesempatan untuk itu karena di dekatnya memang ada beberapa pabrik semen," ujar Ary dalam keterangan yang diterima di Tangerang, melansir Antara, Selasa (30/6/2026).
Hal itu disampaikan Ary dalam acara Forum Lingkungan Hidup yang digelar sebagai rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) ke-18 di Kota Medan, Sumatera Utara.




