TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar, Belasan Warga Mengungsi ke Kantor Desa

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Sebanyak 15 warga Desa Tanjakan Mekar, Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang mengungsi karena terdampak asap kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Selasa (30/6/2026).

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengatakan, warga yang mengungsi didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak.

"Ada kurang lebih 15 orang. Itu yang terdampak asap, rata-rata ibu-ibu dan anak-anak," ujar Taufik saat ditemui di lokasi kebakaran, Selasa.

Baca juga: Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Diduga akibat Cuaca Panas

Menurut dia, seluruh warga yang mengungsi berasal dari RT 14, Desa Tanjakan Mekar.

Mereka untuk sementara ditempatkan di Kantor Desa Tanjakan Mekar hingga kondisi dinilai aman.

"Diungsikan ke Kantor Desa Tanjakan Mekar," kata dia.

Azmi Samsul M Mobil pemadam BPBD dikerahkan ke lokasi kebakaran TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, Banten.

Selain itu, asap tebal juga menjadi kendala utama dalam proses pemadaman kebakaran yang telah berlangsung sejak siang hari.

Taufik menjelaskan, asap yang terus keluar dari timbunan sampah menyulitkan petugas menjangkau titik api.

"Sampah itu terbakar sampai ke dalam. Jadi atasnya api mengecil, tapi dari bawah terus keluar asap. Ini yang mengganggu petugas kami untuk sampai ke tingkat yang lebih tinggi lagi," jelas dia.

Baca juga: 9 Jam Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Padam, Api Meluas hingga 2 Hektare

Saat ini, BPBD Kabupaten Tangerang telah mengerahkan 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel untuk menangani kebakaran tersebut.

Menurut Taufik, fokus petugas saat ini adalah mencegah kobaran api meluas ke area lain dengan melakukan penyiraman di sekitar titik kebakaran.

"Kita sudah antisipasi dengan penyiraman di sekitar titik api sehingga insyaallah tidak sampai meluas," kata dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta dukungan penanganan apabila diperlukan.

"Kami sudah berkoordinasi dan melaporkan kondisi ini ke BNPB. Mudah-mudahan melalui mekanisme yang ada, BNPB bisa membantu melalui udara dengan menggunakan helikopter," ucap Taufik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming Piala Dunia 2026: Jerman Vs Paraguay
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Bayi Alami Radang Otak Usai Vaksin di Puskesmas, Ini Penjelasan Dinkes Bekasi
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Hadapi Low Season Panjang, Ritel Andalkan Program Promosi
• 10 jam lalukompas.id
thumb
BPK Beri Opini WTP Laporan Keuangan 97 K/L di 2025, Kecuali Bapanas
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kronologi Kasus dr Icha di NTT Meninggal Dunia, Diduga Depresi Usai Alami Intimidasi
• 12 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.