Pantau - Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita tetap berada di angka Rp15.700 per liter dan tidak mengalami kenaikan meskipun harga Crude Palm Oil (CPO) dunia saat ini meningkat sebagai upaya pemerintah melindungi masyarakat sebagai konsumen.
Pemerintah Pertahankan HET untuk Lindungi KonsumenBudi Santoso mengatakan keputusan mempertahankan HET Minyakita diambil berdasarkan berbagai pertimbangan yang telah dibahas dalam rapat.
Ia mengungkapkan, "Sampai sekarang tidak naik. Jadi sesuai hasil rapat itu kan dengan beberapa pertimbangan."
Menurut Budi Santoso, pemerintah tetap memprioritaskan kepentingan masyarakat sebagai konsumen di tengah kenaikan harga bahan baku minyak sawit.
Ia menjelaskan bahwa setiap kebijakan terkait penetapan harga minyak goreng harus dikoordinasikan lebih lanjut dengan berbagai pihak.
Budi Santoso mengungkapkan, "Saya sampaikan banyak pertimbangan ya. Tadi dari sisi produknya, artinya dari petaninya. Kemudian dari biaya distribusi, juga dari konsumen."
Pemerintah mempertimbangkan berbagai aspek sebelum memutuskan perubahan harga, mulai dari kepentingan petani, produsen, biaya distribusi, hingga dampaknya terhadap konsumen.
Pemerintah Tegaskan Komitmen Jaga Daya Beli MasyarakatSebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menyatakan pemerintah berkomitmen mempertahankan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter.
Menurut Muhammad Qodari, komitmen tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya biaya produksi akibat kenaikan harga minyak sawit dunia.
Ia mengatakan, "Bagi Presiden Prabowo, yang utama adalah tersedianya minyak goreng dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia."
Muhammad Qodari menambahkan pemerintah memahami bahwa harga kebutuhan pokok selalu menjadi perhatian utama masyarakat.
Oleh karena itu, pemerintah menilai stabilitas harga Minyakita menjadi hal yang penting untuk dijaga agar kebutuhan minyak goreng tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.




