Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) mengumpulkan sejumlah pemain besar industri pertahanan dari Negeri Paman Sam dan Indonesia dalam "Pertemuan Meja Bundar Industri Pertahanan" di Jakarta. Forum digelar Kedutaan Besar AS untuk membahas penguatan kerja sama strategis, mulai dari modernisasi pertahanan Indonesia hingga pengembangan industri pertahanan nasional.
Dalam keterangan resminya yang diperoleh CNBC Indonesia, Selasa (30/6/2026), pertemuan dipimpin Kepala Divisi Kerja Sama Keamanan (J55) Komando Pasifik AS (USPACOM), David P. Jensen, dan dihadiri 36 perwakilan perusahaan pertahanan. Perusahaan RI seperti PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk, PT Pindad, dan PT PAL serta perusahaan AS, Lockheed Martin, Boeing, dan Bell hadir dalam acara itu.
"Pertemuan meja bundar ini menunjukkan komitmen Amerika Serikat untuk memperluas kerja sama antara sektor pertahanan Amerika Serikat dan Indonesia," ujar Jensen.
"Kami menyambut baik peluang-peluang yang mendorong inovasi, memperkuat kapasitas industri, dan mendukung kemitraan yang saling menguntungkan," tambahnya.
Dilaporkan bagaimana bagaimana para peserta membahas berbagai agenda prioritas, antara lain modernisasi pertahanan Indonesia, peningkatan kapasitas industri pertahanan, penguatan ketahanan rantai pasok, hingga peluang kerja sama dalam pemeliharaan dan perawatan alat utama sistem persenjataan (alutsista). Diskusi juga menyoroti langkah-langkah praktis untuk mempererat kolaborasi industri yang mendukung kemampuan pertahanan Indonesia sekaligus memperkuat arsitektur keamanan kawasan.
Menurut Jensen, kerja sama yang lebih erat antara industri pertahanan kedua negara tidak hanya mendukung kepentingan keamanan bersama. Namun, ujarnya, ini juga penting untuk membuka peluang baru di bidang teknologi dan ekonomi.
"Dengan bekerja sama, kita dapat mewujudkan tujuan keamanan bersama sekaligus menciptakan peluang baru bagi industri, kolaborasi teknologi, dan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Kedutaan Besar AS sendiri menyebut pertemuan tersebut merupakan bagian dari pendekatan whole-of-government Washington dalam mendukung "kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka". Penguatan hubungan industri pertahanan dengan Indonesia dinilai menjadi salah satu pilar penting untuk meningkatkan interoperabilitas militer sekaligus mendukung upaya modernisasi pertahanan.
"Melalui dialog tersebut, kedua negara berharap dapat membangun kemitraan industri pertahanan yang lebih berkelanjutan, sekaligus memperluas peluang kolaborasi strategis di masa mendatang," tambah Kedutaan AS.
Usai menghadiri forum tersebut, Jensen akan melanjutkan kunjungannya di Jakarta hingga 2 Juli. Selama berada di Indonesia, ia dijadwalkan bertemu Asisten Teritorial (Aster) Panglima TNI untuk membahas perkembangan keamanan regional serta penguatan kerja sama pertahanan bilateral RI-AS.
(sef/sef) Add as a preferred
source on Google




