jpnn.com, KUALA LUMPUR - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru memfasilitasi pemulangan 3.034 warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran (PMI) selama periode Januari hingga Juni 2026.
Langkah pemulangan massal ini terwujud berkat kolaborasi intensif dengan otoritas imigrasi Kerajaan Malaysia.
BACA JUGA: Kepada Kepala BP2MI, Jenderal Sigit Bahas Soal Pemulangan WNI Tenggelam di Malaysia
Menurut keterangan resmi pihak KJRI Johor Bahru di Kuala Lumpur, Selasa (30/6), dari total akumulasi selama enam bulan tersebut, pemulangan sebanyak 1.177 orang di antaranya diselamatkan melalui skema khusus.
Program pemulangan mandiri ini memanfaatkan insentif "Program M" yang diinisiasi resmi oleh Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya dengan dukungan penuh Pemerintah Malaysia.
BACA JUGA: Satgas Covid-19 Menjamin Pemulangan WNI dari Malaysia Mengutamakan Pencegahan Importasi Kasus
Pemulangan terkini terhadap 148 WNI/PMI dilaksanakan pada Selasa, 30 Juni 2026. Mereka diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, dengan menggunakan kapal feri MDM Express yang berlayar pada pukul 13.30 waktu setempat menuju Batam, Kepulauan Riau.
Pemulangan ini juga merupakan bagian dari Program M dengan dukungan penuh dari Pemerintah Malaysia.
BACA JUGA: Ada Kasus Hukum, Pemulangan WNI Jemaah Tablig dari India Terhambat
Program ini bertujuan mengurangi kepadatan di Depo Tahanan Imigresen (DTI) dan telah berjalan sejak Desember 2024 melalui jalur laut dari Johor ke Batam.
KJRI Johor menyampaikan dengan target 7.200 pemulangan dalam dua tahun, upaya kemanusiaan ini mencerminkan kerja sama bilateral yang berkelanjutan dan penuh empati.
Sebanyak 148 WNI/PMI yang dipulangkan itu terdiri atas 126 laki-laki, 21 perempuan, dan satu anak perempuan berusia enam tahun asal Jawa Timur.
Sebagian besar berasal dari Nusa Tenggara Barat (44 orang), Jawa Timur (23 orang), Aceh (18 orang), Nusa Tenggara Timur (13 orang), dan Kepulauan Riau (11 orang), serta daerah lain di Indonesia.
Mereka sebelumnya ditahan karena pelanggaran keimigrasian dan telah menyelesaikan masa hukuman di Malaysia, sebelum ditempatkan sementara di DTI Pekan Nenas, Johor, dan DTI Bukit Jalil, Kuala Lumpur.
KJRI Johor Bahru memberikan perhatian khusus terhadap kelompok rentan, termasuk pendampingan intensif bagi anak perempuan yang turut dalam rombongan.
“Tugas pelindungan ini melampaui urusan administratif. Kami berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak dasar setiap WNI. Bagi anak-anak, kehati-hatian dan rasa aman dalam proses pemulangan adalah prioritas utama,” ujar Pranata Informasi Diplomatik KJRI Johor Bahru Paltzky Ainurrafi Hidayat yang mendampingi proses pemulangan tersebut.
Setibanya di Batam, rombongan disambut dan didampingi oleh satuan tugas gabungan yang terdiri atas BP3MI, P4MI, Imigrasi, Bea Cukai, serta kepolisian untuk proses fasilitasi kedatangan hingga kepulangan ke daerah asal masing-masing.
Koordinasi lintas instansi ini memastikan pemulangan berjalan dengan tertib, aman, dan penuh dukungan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




