Jakarta (ANTARA) - Indonesia dan Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab (UEA), sepakat menjajaki penguatan kerja sama investasi, pariwisata, hingga bidang-bidang lainnya dalam kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan.
Hal tersebut mengemuka saat Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menemui Pemimpin Ras Al Khaimah dan Anggota Dewan Federal Tertinggi UEA Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi di Ras Al Khaimah, UEA, Senin (29/6/2026).
"Duta Besar Judha Nugraha menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah Ras Al Khaimah serta menegaskan kesiapan Indonesia memperluas kolaborasi yang saling menguntungkan," sebut keterangan tertulis KBRI Abu Dhabi, yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak setuju meningkatkan kerja sama di bidang investasi, pengembangan hubungan antarkomunitas bisnis dan antarpelaku usaha, ketenagakerjaan, dan pariwisata.
Dubes Judha secara khusus menyampaikan kesiapan Indonesia menyalurkan sumber daya manusia profesional guna mendukung pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan di Ras Al Khaimah dalam pertemuan bersama Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi tersebut.
Indonesia turut menyambut baik peluang kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, kata KBRI Abu Dhabi.
Disampaikan KBRI Abu Dhabi, pertemuan tersebut adalah bagian dari upaya pihaknya mempererat hubungan antara Indonesia dan UEA yang pada tahun 2026 ini sudah terjalin selama 50 tahun.
Penguatan kerja sama dengan Ras Al Khaimah juga dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama produktif antara Indonesia dengan seluruh 7 negara bagian di UEA.
"KBRI Abu Dhabi akan terus mendorong berbagai tindak lanjut konkret guna memperluas kemitraan Indonesia dengan seluruh emirat di UEA," sebut KBRI Abu Dhabi.
Menurut KBRI Abu Dhabi, Ras Al Khaimah merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di UEA, dengan kekuatan pada sektor manufaktur, pariwisata, properti, serta kawasan industri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ras Al Khaimah berkembang pesat sebagai destinasi investasi dan pariwisata internasional yang menawarkan iklim usaha yang kompetitif dan ramah bagi investor asing.
Baca juga: Indonesia bidik investasi UEA untuk perkuat rantai pasok nasional
Baca juga: UAE buka 500 lowongan, pekerja Indonesia siap isi sektor hospitality
Baca juga: RI-UEA kolaborasi hadirkan operasi katarak gratis bagi 500 warga di 3T
Hal tersebut mengemuka saat Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha menemui Pemimpin Ras Al Khaimah dan Anggota Dewan Federal Tertinggi UEA Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi di Ras Al Khaimah, UEA, Senin (29/6/2026).
"Duta Besar Judha Nugraha menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat pemerintah Ras Al Khaimah serta menegaskan kesiapan Indonesia memperluas kolaborasi yang saling menguntungkan," sebut keterangan tertulis KBRI Abu Dhabi, yang diterima di Jakarta, Rabu.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak setuju meningkatkan kerja sama di bidang investasi, pengembangan hubungan antarkomunitas bisnis dan antarpelaku usaha, ketenagakerjaan, dan pariwisata.
Dubes Judha secara khusus menyampaikan kesiapan Indonesia menyalurkan sumber daya manusia profesional guna mendukung pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan di Ras Al Khaimah dalam pertemuan bersama Sheikh Saud bin Saqr Al Qasimi tersebut.
Indonesia turut menyambut baik peluang kerja sama di bidang pendidikan dan kesehatan, kata KBRI Abu Dhabi.
Disampaikan KBRI Abu Dhabi, pertemuan tersebut adalah bagian dari upaya pihaknya mempererat hubungan antara Indonesia dan UEA yang pada tahun 2026 ini sudah terjalin selama 50 tahun.
Penguatan kerja sama dengan Ras Al Khaimah juga dilakukan dalam rangka memperkuat kerja sama produktif antara Indonesia dengan seluruh 7 negara bagian di UEA.
"KBRI Abu Dhabi akan terus mendorong berbagai tindak lanjut konkret guna memperluas kemitraan Indonesia dengan seluruh emirat di UEA," sebut KBRI Abu Dhabi.
Menurut KBRI Abu Dhabi, Ras Al Khaimah merupakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di UEA, dengan kekuatan pada sektor manufaktur, pariwisata, properti, serta kawasan industri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Ras Al Khaimah berkembang pesat sebagai destinasi investasi dan pariwisata internasional yang menawarkan iklim usaha yang kompetitif dan ramah bagi investor asing.
Baca juga: Indonesia bidik investasi UEA untuk perkuat rantai pasok nasional
Baca juga: UAE buka 500 lowongan, pekerja Indonesia siap isi sektor hospitality
Baca juga: RI-UEA kolaborasi hadirkan operasi katarak gratis bagi 500 warga di 3T





