PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) menetapkan harga final IPO sebesar Rp120 per saham, yang merupakan batas atas.
IDXChannel - PT Prodia Diagnostic Line Tbk atau Proline (PRDL) menetapkan harga final IPO sebesar Rp120 per saham. Angka ini merupakan batas atas dari harga yang ditawarkan saat book building sebesar Rp100-Rp120 per saham.
Anak perusahaan PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDL) itu akan menerbitkan 522,9 juta saham atau setara dengan 30 persen dari total saham yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dengan harga final tersebut, maka dana IPO yang diraih mencapai Rp62,75 miliar belum dikurangi biaya emisi.
Dalam prospektus IPO yang dikutip Selasa (30/6/2026), Proline akan memanfaatkan dana IPO sebesar Rp35,66 miliar atau 57 persen dari total dana IPO untuk melunasi pinjaman kepada PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).
Kemudian 28,92 persen untuk belanja modal, termasuk pembelian mesin dan peralatan kalibtasi, kendaraan, software, dan penambahan AHU Lab Biomolekuler.
Adapun sisanya sekitar 8,51 persen akan digunakan untuk modal kerja, termasuk membeli bahan baku, biaya product & development, serta biaya selling & marketing.
Perseroan menunjuk Sucor Sekuritas (AZ) sebagai penjamin emisi efek (underwriter) tunggal dalam IPO. Dengan demikian, Sucor akan menanggung 100 persen penjaminan saham IPO.
Sesuai jadwal, Proline akan menggelar penawaran umum (offering) pada 1-7 Juli. Proses penjatahan dan distribusi akan dilakukan masing-masing pada 7 dan 8 Juli, sehingga saham akan dicatatkan pada 9 Juli.
(Rahmat Fiansyah)





