Wall Street Reli, Tiga Indeks Utama Catatkan Rekor Penutupan Tertinggi

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Wall Street ditutup melonjak pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, waktu setempat. Ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan terbesar kuartalan sejak 2020 dan 2

Wall Street Reli, Tiga Indeks Utama Catatkan Rekor Penutupan Tertinggi. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Wall Street ditutup melonjak pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026, waktu setempat. Ketiga indeks utama mencatatkan kenaikan terbesar kuartalan sejak 2020 dan 2022.

Dilansir dari Reuters, Rabu (1/7/2026), indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 136,46 poin atau 0,26 persen menjadi 52.319,20, S&P 500 naik 58,93 poin atau 0,79 persen ke level 7.499,36, dan Nasdaq Composite menanjak 393,58 poin atau 1,52 persen menjadi 26.213,72.

Baca Juga:
Bursa Asia Beragam saat Wall Street Menghijau

Indeks S&P 500 dan Nasdaq menutup Juni dengan kenaikan kuartalan terbesar sejak 2020. Hal ini terjadi akibat investor tetap optimistis tentang pertumbuhan ekonomi dan pendapatan bahkan di tengah konflik Timur Tengah.

Sedangkan indeks Dow Jones mencatatkan lonjakan kuartalan terbesar sejak 2022. Bahkan, sekaligus membukukan rekor penutupan tertinggi untuk hari kedua berturut-turut.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Semringah, Saham-Saham Terkait Teknologi Utama Melonjak

Sektor teknologi memimpin kenaikan di antara sektor-sektor S&P 500, dan indeks saham semikonduktor berakhir naik 3,9 persen.

Baca Juga:
Wall Street Dibuka Menuju Rekor Tertinggi meski Dibayangi Perang AS-Iran

Optimisme atas tanda-tanda kemajuan dalam upaya untuk menghentikan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah membantu kinerja sejumlah saham, meskipun ketegangan militer terus berlanjut.

Setelah musim pendapatan kuartal I yang kuat untuk perusahaan di indeks S&P 500, investor menantikan hasil kuartal II dalam beberapa minggu mendatang.

Selain itu, kenaikan tajam harga minyak di awal perang meningkatkan kekhawatiran tentang inflasi dan kenaikan suku bunga. Para pelaku pasar memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada akhir 2026, menurut data yang dikumpulkan oleh LSEG.

Pelemahan saham-saham teknologi kelas berat telah membebani pasar dalam beberapa minggu terakhir, dan S&P 500 serta Nasdaq sama-sama mencatat kerugian untuk bulan Juni.

Investor khawatir tentang valuasi yang tinggi di sektor teknologi dan pengeluaran besar-besaran yang terus berlanjut untuk AI oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

Sepanjang kuartal II, Dow Jones tercatat naik sekitar 13 persen, S&P 500 menguat 14,9 persen, dan Nasdaq menajak 21,4 persen.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Siswi Korban Dugaan Kekerasan Seksual di Karawang Dikeluarkan dari Sekolah, Dedi Mulyadi Turun Tangan
• 14 jam lalugrid.id
thumb
Hadapi Low Season Panjang, Ritel Andalkan Program Promosi
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Dudung Dorong Penguatan Ekosistem Policy Advisory untuk Percepat Implementasi Program Prioritas Presiden
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Dibuka, 80% untuk STEM Industri Strategis
• 16 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ketum MUI harap pemerintah tegas tolak perilaku LGBT
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.