Pangeran William Sebut Tunawisma Tak Boleh Disalahkan, Ini Alasannya

tabloidbintang.com
5 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Pangeran William menegaskan bahwa masyarakat tidak seharusnya menyalahkan para tunawisma atas kondisi yang mereka alami. Menurutnya, masalah tunawisma merupakan kegagalan sistem yang hanya bisa diatasi melalui perubahan kebijakan dan kerja sama berbagai pihak.

Pernyataan tersebut akan disampaikan Pangeran Wales dalam pidatonya pada Selasa (30/6), bertepatan dengan tiga tahun program Homewards, sebuah inisiatif yang bertujuan menjadikan tunawisma sebagai kondisi yang "langka, berlangsung singkat, dan tidak terulang kembali."

Dalam pidato yang dikutip oleh The Daily Telegraph, William mengatakan bahwa berbagai penelitian menunjukkan target tersebut dapat dicapai apabila sistem yang ada diperbaiki.

"Masalah tunawisma bukanlah kegagalan individu, melainkan kegagalan sistem. Jika sistem turut menciptakan masalah ini, maka sistem juga dapat mencegahnya," ujar William.

Ia menambahkan bahwa melalui berbagai pendekatan baru, program Homewards berupaya membuktikan bahwa upaya pencegahan tunawisma dapat diterapkan di seluruh lapisan masyarakat.

"Keberhasilan sejati muncul bukan ketika kita bekerja sendiri, melainkan saat kita memiliki tujuan bersama yang membuat kita lebih kuat daripada sekadar kumpulan individu," lanjutnya.

Direktur Eksekutif Bidang Tunawisma di Royal Foundation, Hazel Destiny, memuji komitmen William dalam mengawal program tersebut. Ia menggambarkan setiap pertemuannya dengan sang pangeran berlangsung penuh semangat dan fokus pada hasil nyata.

Menurut Hazel, pertanyaan yang selalu diajukan William adalah bagaimana mengukur keberhasilan program setelah lima tahun berjalan dan bagaimana memastikan perubahan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang.

"Jika kita berhasil mengubah budaya masyarakat, membuat orang berpikir dan bertindak secara berbeda, bekerja sama, serta memiliki optimisme bahwa tunawisma bisa diakhiri, maka itu akan menjadi bagian dari perubahan jangka panjang yang berkelanjutan," katanya.

Hazel mengakui pihaknya belum memiliki semua jawaban atas persoalan tersebut. Namun, setelah memasuki pertengahan masa pelaksanaan program, ia mengaku mulai melihat tanda-tanda positif serta bukti nyata mengenai langkah-langkah yang efektif untuk mencegah tunawisma.

Program Homewards sendiri telah dijalankan di sejumlah wilayah, termasuk Newport di Wales Selatan, Lambeth di London Selatan, Irlandia Utara, Aberdeen, Sheffield, Poole, Bournemouth, dan Christchurch.

Di setiap daerah, kelompok koalisi lokal bekerja sama mencari solusi bagi kelompok masyarakat yang paling rentan kehilangan tempat tinggal. Fokus penanganannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah, seperti perempuan dan keluarga yang menghadapi berbagai kesulitan di Wales maupun orang tua tunggal yang tinggal di hunian sementara di London.

Pada peringatan dua tahun Homewards tahun lalu, William mengakui bahwa menciptakan perubahan bukanlah pekerjaan mudah karena prosesnya kompleks dan sulit diprediksi.

Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa program tersebut mampu mendorong lahirnya pemahaman, empati, dan keyakinan bahwa masalah tunawisma dapat diakhiri.

"Homewards adalah program yang ambisius. Mengatasi tunawisma bukan hanya soal membangun rumah. Perubahan jangka panjang memang rumit dan tidak selalu dapat diprediksi, tetapi saya yakin kita dapat memimpin dan menginspirasi masyarakat untuk memahami bahwa tunawisma bisa diakhiri," tulis William dalam suratnya kepada kelompok-kelompok koalisi tahun lalu.

Ia juga mengaku terinspirasi oleh semangat, kreativitas, dan keahlian yang ditunjukkan para mitra di enam wilayah pelaksanaan program. Menurutnya, kerja sama tersebut telah membawa perubahan nyata bagi sebagian masyarakat yang paling rentan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Jilat Ludah Sendiri, Seluruh SPBU AS Harus Turunkan Harga BBM
• 9 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
IHSG Sesi 1 Naik 0,84% ke 5.690, Ini 5 Saham Paling Banyak Ditransaksikan
• 56 menit lalukumparan.com
thumb
Gubernur NTT Bahas Surat Wasiat Dokter Icha: Pesan Dukungan untuk Perlindungan Nakes
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
HUT ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Makin Profesional dan Responsif
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
KSP Dudung Ziarah ke Makam Calon Manajer Kopdes yang Meninggal saat Latihan Militer
• 12 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.