HUT ke-80 Bhayangkara, Bamsoet Dorong Polri Makin Profesional dan Responsif

jpnn.com
5 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengingatkan peringatan HUT ke-80 Bhayangkara harus memperkuat transformasi Polri menuju institusi yang semakin profesional, modern, adaptif, serta dipercaya masyarakat. 

Delapan dekade perjalanan Polri menunjukkan tantangan menjaga keamanan terus berubah, dari ancaman konvensional menjadi kejahatan siber, penipuan digital lintas negara, perdagangan orang, terorisme, pencucian uang, hingga kejahatan berbasis kecerdasan buatan. 

BACA JUGA: Bamsoet Dorong Penggunaan Merek Kolektif untuk Memperkuat Koperasi Merah Putih

Oleh karena itu, transformasi Polri tidak dapat berhenti pada pembenahan internal, tetapi harus menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Usia 80 tahun merupakan fase kematangan institusi Polri. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat transformasi Polri Presisi sehingga semakin profesional, modern, humanis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus semakin dipercaya masyarakat," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (1/7/26). 

BACA JUGA: Bamsoet Berharap Paskah Jadi Momentum Tingkatkan Persatuan dan Rekonsiliasi Bangsa

Ketua DPR RI ke-20 itu menjelaskan, tantangan keamanan nasional kini semakin kompleks seiring pesatnya perkembangan teknologi digital. 

Modus kejahatan siber berkembang sangat cepat, mulai dari pembobolan data, penipuan investasi daring, judi online, pencurian identitas digital, hingga pemanfaatan artificial intelligence untuk membuat konten palsu atau deepfake yang berpotensi memicu keresahan sosial. 

BACA JUGA: Bamsoet Tegaskan Pancasila Harus Jadi Kompas Strategis Hadapi Konflik Geopolitik Global

Kondisi tersebut menuntut Polri memperkuat kemampuan digital forensik, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kerja sama internasional, serta mempercepat integrasi teknologi dalam sistem penegakan hukum. 

Di sisi lain, pelayanan publik berbasis digital yang telah berkembang melalui berbagai aplikasi kepolisian perlu terus disempurnakan agar semakin mudah diakses masyarakat. 

"Transformasi Polri harus berjalan seiring transformasi masyarakat. Ketika kejahatan memanfaatkan teknologi mutakhir, aparat penegak hukum juga harus memiliki kemampuan, perangkat, dan sistem yang lebih maju sehingga mampu memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, stabilitas keamanan juga memiliki hubungan langsung dengan pertumbuhan ekonomi nasional. 

Iklim investasi akan berkembang apabila terdapat kepastian hukum, keamanan yang terjaga, serta penegakan hukum yang adil. 

Indonesia yang tengah mendorong hilirisasi industri, pembangunan infrastruktur, ekonomi digital, transisi energi, dan peningkatan investasi membutuhkan institusi kepolisian yang mampu menjamin kepastian berusaha. 

Karena itu, peran Polri semakin strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

"Keamanan adalah fondasi pembangunan. Investor membutuhkan kepastian hukum, masyarakat membutuhkan rasa aman, pelaku usaha membutuhkan stabilitas. Semua itu memerlukan Polri yang profesional, responsif, dan mampu bekerja sama dengan seluruh elemen bangsa," tegas Bamsoet. 

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjadjaran ini mengapresiasi berbagai langkah pembenahan yang terus dilakukan Polri dalam beberapa tahun terakhir. 

Berbagai inovasi pelayanan publik, digitalisasi administrasi kepolisian, penguatan transparansi, hingga peningkatan keterbukaan terhadap kritik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Sejumlah survei juga menunjukkan tren peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri. 

Hasil survei Litbang Kompas tahun 2026 mencatat tingkat kepercayaan publik kepada Polri mencapai sekitar 82,4 persen, meningkat dibandingkan periode sebelumnya. 

Capaian tersebut menjadi modal penting yang harus dijaga melalui konsistensi pelayanan dan penegakan hukum yang berkeadilan.

"Kepercayaan masyarakat merupakan prestasi yang diraih melalui kerja keras dan harus terus dijaga serta tingkatkan. 

Polri yang semakin dipercaya akan menjadi perekat persatuan, pengawal demokrasi, penjaga stabilitas ekonomi, sekaligus pelindung masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan masa depan," pungkas Bamsoet. (Antara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bamsoet Apresiasi Kesigapan TNI-Polri Tangani Kasus Andrie Yunus


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, JPNN.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PKB 2026 Terapkan Stan Bergilir, 72 UMKM Kuliner Bali Raup Transaksi Miliaran Rupiah
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Polisi Ringkus Komplotan Begal Sadis Pasuruan, Residivis yang Pernah Rampok Ibu Hamil
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Prabowo Tegaskan Peran Strategis Polri Jaga Ketertiban sebagai Fondasi Pembangunan
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Tiga Pembunuh Kakek Pemilik Bengkel di Banyumas Ditangkap: Lagi Kabur ke Banten
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Anatomi Lawfare dan Ilusi Stabilitas Energi
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.