Sudah Bayar Tiket Mahal, Penonton Piala Dunia 2026 Kini Keluhkan Budaya Tip di AS

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Penonton Piala Dunia 2026 kini mengeluhkan budaya tip di Amerika Serikat. Sebelumnya, pada suporter bola ini juga mengeluhkan harga tiket yang mahal.

Harga tiket mahal ternyata bukan menjadi akhir permasalahan para penonton Piala Dunia 2026. Pasalnya, mereka kini harus merogoh kocek lebih dalam untuk tip.

Sebelumnya, para penonton mengeluhkan harga tiket yang begitu mencekik. Dikutip dari SuperSkor pada Senin (30/6/2026), FIFA mematok harga tiket hingga Rp70 juta untuk kategori 1 barisan depan. Tiket itu untuk laga pembuka yang menampilkan Amerika Serikat vs Paraguay.

Harga ini dinilai lebih tinggi dan melonjak jauh dari turnamen sebelumnya yang hanya berkisar Rp46,7 juta. Tentu hal ini sempat menuai protes publik.

Bukan tanpa sebab, FIFA memang menjadi strategi untuk memaksimalkan pendapatan dari pertandingan besar. Terlebih untuk laga pembuka yang selalu menarik minat penonton.

FIFA juga diketahui membuat kategori baru yakni Tier 2 yang tanpa memberikan pengumuman resmi. Dalam kategori ini, tiketnya dibanderol hingga Rp33 juta hingga Rp39,7 juta untuk satu orang.

Meskipun menuai banyak protes dan kritik, namun FIFA tetap optimis dengan harga ini. Bahkan kenaikan harga juga terjadi di laga pembuka Kanada melawan Bosnia.

Kursi di bagian depan pun dibanderol dengan harga Rp57,3 juta. Tentu harga yang fantastis untuk sebagian orang.

Tak hanya itu, belum lama ini, para penonton di Amerika Serikat pun juga mengeluhkan buaya tip yang sudah lama terjadi di Amerika Serikat.

Dikutip dari KOMPAS.com pada Selasa (3/6/2026), para penonton dari negara lain mengeluhkan adanya budaya tip yang sudah mengakar di AS. Pasalnya, mereka harus mengeluarkan biaya lagi untuk sekadar membeli minuman.

Hal ini sudah menjadi hal lumrah di Amerika Serikat. Bahkan, karyawan restoran setidaknya akan menerima di atas dua dollar AS atau sekitar Rp35,7 ribu tip tiap jamnya.

 

Tak hanya itu, para karyawan juga berharap diberi tip sekitar 20 persen dari total tagihan pembelian. Hal itu demi memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Geoff Pryor, seorang pendukung Inggris juga mengeluhkan budaya tersebut. Menurutnya, beberapa karyawan berharap tip meskipun tidak melakukan apa-apa.

Bahkan, untuk sekadar membeli satu botol minuman, ia harus memberikan tip pada karyawan. Hal ini tentu menjadi berat untuknya.

"Mereka mencoba meminta tip tanpa melakukan apa-apa," jelasnya.

Kendati begitu, dirinya menyadari bahwa pemberian tip juga sangat penting. Terlebih, nilai gaji di Amerika yang tidak sebesar di Inggris.

Ia menyebutkan, dengan pekerjaan dan layanan yang baik, para karyawan berhak untuk mendapatkan tip tersebut. Meskipun apa yang mereka lakukan tidak begitu berat.

"Saya mengerti bahwa gaji mereka mungkin tidak sebesar di Inggris, tapi secara keseluruhan pelayanannya cukup baik, jadi kalau pelayanannya bagus, mereka pantas mendapat tip yang layak," sambungnya.

Sedangkan, Chris O’Flynn dan Robert McNamara, dua pendukung tim Australia mengaku pengeluarannya lebih banyak dengan memberikan tip pada karyawan. Padahal, mereka sudah merogoh kocek dalam untuk membeli tiket Piala Dunia 2026.

Menurutnya, customer tidak perlu memberikan tip pada karyawan. Hal itu, tambahnya, adalah kewajiban perusahaan untuk memberikan gaji yang layak.

"Seharusnya perusahaan, bukan pelanggan, yang bertanggung jawab memastikan bahwa karyawan Anda digaji dengan layak," sambungnya.

Bahkan, McNamara mengaku bingung dengan karyawan yang meminta tip. Pasalnya, harga ia harus membayar lebih mahal hanya untuk membeli sebotol minuman.

 

"Kamu membeli minuman dan harus menambahkan lima dollar. Sulit dipercaya," ujarnya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Premi Sedang Turun 31%, Bisnis Asuransi Kecelakaan Diri Diyakini Tetap Prospektif
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Punya 1.415 Dapur MBG, Kapolri Ungkap Rahasia Zero Accident
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Patrick Kluivert Masuk Bursa Pelatih Timnas Belanda usai Ronald Koeman Resmi Mundur, Ini Daftar 7 Kandidatnya
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Amad Diallo Sebut Piala Dunia 2026 Jadi Pelajaran Berharga untuk Pantai Gading
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Registrasi SIM Biometrik Mulai 1 Juli, Komdigi Incar Spam dan Judi Online
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.