Gaikindo Usul Insentif untuk Semua Jenis Kendaraan, Tak Cuma EV

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan agar pemerintah memberikan stimulus insentif untuk seluruh jenis kendaraan bermotor di Indonesia. Usulan tersebut mencakup kendaraan berbasis Internal Combustion Engine (ICE), Hybrid (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga Battery Electric Vehicle (BEV).

Langkah ini disampaikan seiring upaya menjaga pertumbuhan industri otomotif nasional di tengah berbagai tantangan global. Selain itu, kebijakan insentif yang merata dinilai penting untuk menjaga keseimbangan perkembangan pasar otomotif di dalam negeri.

Gaikindo menilai pemerintah selama ini telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung industri otomotif nasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan, program, serta insentif yang telah diterapkan dalam beberapa tahun terakhir.

Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo Anton Kumonty menyebut, hubungan antara pemerintah dan industri selama ini terjalin melalui komunikasi terbuka. Ia menegaskan konsistensi dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing industri.

"Gaikindo melihat pemerintah, khususnya Kementerian Perindustrian, telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mendukung industri otomotif nasional," ujar Anton melalui keterangan resmi yang diterima kumparan, Selasa (30/6/2026).

"Berbagai kebijakan yang diterapkan, mulai dari pemberian fasilitas investasi, insentif fiskal, hingga forum dialog yang rutin dengan pelaku industri, merupakan bentuk nyata upaya pemerintah dalam menjaga daya saing industri otomotif Indonesia sekaligus memberikan kepastian bagi seluruh investor," lanjutnya.

Salah satu bentuk dukungan yang disoroti adalah fasilitas User Specific Duty-Free Scheme (USDFS). Program ini memberikan pembebasan bea masuk untuk impor bahan baku dan komponen yang belum tersedia di dalam negeri.

Gaikindo mencatat, sepanjang Juli 2008 hingga Desember 2025, realisasi impor melalui skema tersebut mencapai sekitar 8,25 juta ton dengan nilai sekitar USD 800 miliar. Dari total 74 perusahaan pengguna, sebanyak 57 di antaranya merupakan perusahaan otomotif.

Selain itu, kebijakan PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) juga dinilai sangat membantu industri. Insentif tersebut dimanfaatkan oleh berbagai merek kendaraan yang diproduksi di Indonesia sesuai ketentuan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Kebijakan ini terbukti mampu menjaga permintaan domestik serta mempertahankan utilisasi pabrik. Dampak lainnya adalah mendukung keberlangsungan lapangan kerja di sektor otomotif nasional.

Dukungan pemerintah juga terlihat melalui implementasi Program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV). Program ini mendorong pengembangan kendaraan ramah lingkungan, termasuk LCGC, HEV, hingga BEV.

Di sisi lain, pemerintah juga rutin menggelar forum komunikasi strategis dengan pelaku industri otomotif. Forum tersebut menjadi wadah untuk membahas berbagai isu dan mencari solusi bersama.

"Keberhasilan industri otomotif nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang erat antara pemerintah dan seluruh pelaku industri," katanya.

"Salah satu bentuk forum komunikasi yang secara rutin diselenggarakan adalah dialog bersama antara Indonesia dan Jepang yakni Indonesia–Japan Automobile Dialogue dan Biofuel Co-Creation Task Force Meeting," lanjut Anton.

Melihat dukungan pemerintah terhadap industri otomotif Jepang, Gaikindo menyebut hal tersebut turut menarik minat investor lain. Beberapa perusahaan otomotif asal Tiongkok bahkan menyatakan keinginan mendapatkan dukungan serupa.

Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, kondisi ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif Indonesia. Hal tersebut menunjukkan Indonesia masih memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi.

”Melihat dukungan dari pemerintah terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia, beberapa perusahaan otomotif dari Tiongkok yang saat ini sedang mulai berinvestasi di Indonesia menyatakan keinginannya untuk mendapatkan dukungan yang sama dari pemerintah agar dapat menjalankan rencana jangka panjangnya di Indonesia,” tutur Jongkie Sugiarto.

Gaikindo menegaskan bahwa industri otomotif merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keberlanjutan serta meningkatkan daya saing industri.

Selain itu, Gaikindo telah mengusulkan kepada Kementerian Perindustrian agar stimulus insentif diberikan secara menyeluruh. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan seluruh segmen kendaraan tanpa terkecuali.

”Sebagai asosiasi yang mewadahi industri kendaraan bermotor di Indonesia, Gaikindo akan terus mendukung terciptanya ekosistem industri otomotif yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, pelaku industri, serta seluruh pemangku kepentingan,” tutup Anton Kumonty.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Quiet Quitting: Bekerja Secukupnya atau Bentuk Menjaga Kesehatan Mental?
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
EV-DCI 2026: Bukan Lagi Pelengkap, Digitalisasi Jadi Fondasi Pertumbuhan Ekonomi
• 8 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pemkot Jakarta Timur Bekali 100 Pelaku UMKM Kuliner agar Mampu Tembus Pasar Ritel Modern
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Prabowo beri tanda kehormatan ke sejumlah kesatuan dan personel Polri
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Bandara Husein Sastranegara Dijadwalkan Kembali Beroperasi 17 September
• 17 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.