Makassar (ANTARA) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan, berkolaborasi dengan Shanghai Ocean University (SHOU) dan Guangdong Ocean University (GDOU), China, memperkuat program nasional Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan kolaborasi ketiga kampus fokus membangun ekosistem inovasi berbasis sains yang berdampak langsung pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini dipadukan dengan agenda KNMP yang bertujuan menyejahterakan masyarakat pesisir dengan menghasilkan pendekatan yang akademis dan aplikatif.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.
Baca juga: Unhas dan kampus China perkuat inovasi sektor kelautan berkelanjutan
"Kolaborasi ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan solusi konkret, khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan," ujar Prof JJ.
Perspektif serupa juga disampaikan oleh Vice President SHOU Prof Weijie Ni yang melihat Unhas sebagai mitra strategis di kawasan Asia, dengan potensi besar dalam memperkuat riset bersama sekaligus membuka peluang mobilitas akademik yang lebih luas.
Sinergi ini diyakini akan melahirkan inovasi teknologi kelautan yang tidak hanya relevan secara regional, tetapi juga berkontribusi pada isu global.
Salah satu fokus utama kolaborasi adalah pengembangan konsep marine ranching yang mengintegrasikan berbagai pilar tri dharma yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.
Baca juga: Unhas dan dua kampus China kolaborasi hidupkan laut Spermonde
Rangkaian kegiatan kolaborasi juga diperkuat melalui kunjungan lapangan ke Kepulauan Spermonde. Delegasi meninjau langsung implementasi artificial reef di Pulau Bonetambung, pengembangan budidaya ikan komersial di Pulau Barrang Caddi, serta fasilitas hatchery di Pulau Barrang Lompo yang menjadi pusat program stock enhancement FIKP Unhas.
Rektor Unhas Prof Dr Jamaluddin Jompa (JJ) dalam keterangannya di Makassar, Rabu, mengatakan kolaborasi ketiga kampus fokus membangun ekosistem inovasi berbasis sains yang berdampak langsung pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Program ini dipadukan dengan agenda KNMP yang bertujuan menyejahterakan masyarakat pesisir dengan menghasilkan pendekatan yang akademis dan aplikatif.
Integrasi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan, memperkuat pemberdayaan masyarakat pesisir, serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan.
Baca juga: Unhas dan kampus China perkuat inovasi sektor kelautan berkelanjutan
"Kolaborasi ini diposisikan sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan ilmu pengetahuan yang mampu menghasilkan solusi konkret, khususnya dalam pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan," ujar Prof JJ.
Perspektif serupa juga disampaikan oleh Vice President SHOU Prof Weijie Ni yang melihat Unhas sebagai mitra strategis di kawasan Asia, dengan potensi besar dalam memperkuat riset bersama sekaligus membuka peluang mobilitas akademik yang lebih luas.
Sinergi ini diyakini akan melahirkan inovasi teknologi kelautan yang tidak hanya relevan secara regional, tetapi juga berkontribusi pada isu global.
Salah satu fokus utama kolaborasi adalah pengembangan konsep marine ranching yang mengintegrasikan berbagai pilar tri dharma yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam satu ekosistem kolaboratif.
Baca juga: Unhas dan dua kampus China kolaborasi hidupkan laut Spermonde
Rangkaian kegiatan kolaborasi juga diperkuat melalui kunjungan lapangan ke Kepulauan Spermonde. Delegasi meninjau langsung implementasi artificial reef di Pulau Bonetambung, pengembangan budidaya ikan komersial di Pulau Barrang Caddi, serta fasilitas hatchery di Pulau Barrang Lompo yang menjadi pusat program stock enhancement FIKP Unhas.





