Beijing (ANTARA) - China memiliki delapan dari 10 pelabuhan terbesar di dunia berdasarkan throughput (jumlah total) kargo pada 2025, kata seorang pejabat transportasi pada Selasa (30/6).
Pada tahun lalu, throughput kargo di pelabuhan China mencapai 18,3 miliar ton, sementara throughput peti kemas tercatat sebanyak 354 juta TEU (twenty-foot equivalent unit), dan armada pelayaran milik China mencapai kapasitas 490 juta tonase bobot mati (deadweight tonnage/DWT), yang seluruhnya menempati peringkat pertama di dunia, kata Wakil Menteri Transportasi China Li Xinghu dalam konferensi pers.
Secara rata-rata, pelabuhan-pelabuhan di China menangani lebih dari 50 juta ton kargo dan sekitar 970.000 TEU peti kemas setiap hari pada 2025, dengan sekitar 98.200 kedatangan dan keberangkatan kapal yang tercatat setiap hari, termasuk 1.236 kedatangan dan keberangkatan kapal internasional, ujar Li.
Volume angkutan barang melalui jalur perairan di China mencapai hampir 15 triliun ton-kilometer pada 2025, yang menyumbang setengah lebih dari sistem transportasi komprehensif negara tersebut.
Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), China menambah 469 dermaga yang mampu melayani kapal berbobot 10.000 ton atau lebih, sehingga jumlah total dermaga dengan kapasitas tersebut mencapai 3.061 unit. Negara itu juga menambah 2.500 kilometer jalur air kelas tinggi, sehingga total panjangnya menjadi 18.500 kilometer.
Li mengatakan bahwa hingga 2025, China telah mengoperasikan 60 terminal terotomatisasi di seluruh negara itu, termasuk 30 terminal peti kemas terotomatisasi.
Pada tahun lalu, throughput kargo di pelabuhan China mencapai 18,3 miliar ton, sementara throughput peti kemas tercatat sebanyak 354 juta TEU (twenty-foot equivalent unit), dan armada pelayaran milik China mencapai kapasitas 490 juta tonase bobot mati (deadweight tonnage/DWT), yang seluruhnya menempati peringkat pertama di dunia, kata Wakil Menteri Transportasi China Li Xinghu dalam konferensi pers.
Secara rata-rata, pelabuhan-pelabuhan di China menangani lebih dari 50 juta ton kargo dan sekitar 970.000 TEU peti kemas setiap hari pada 2025, dengan sekitar 98.200 kedatangan dan keberangkatan kapal yang tercatat setiap hari, termasuk 1.236 kedatangan dan keberangkatan kapal internasional, ujar Li.
Volume angkutan barang melalui jalur perairan di China mencapai hampir 15 triliun ton-kilometer pada 2025, yang menyumbang setengah lebih dari sistem transportasi komprehensif negara tersebut.
Selama periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), China menambah 469 dermaga yang mampu melayani kapal berbobot 10.000 ton atau lebih, sehingga jumlah total dermaga dengan kapasitas tersebut mencapai 3.061 unit. Negara itu juga menambah 2.500 kilometer jalur air kelas tinggi, sehingga total panjangnya menjadi 18.500 kilometer.
Li mengatakan bahwa hingga 2025, China telah mengoperasikan 60 terminal terotomatisasi di seluruh negara itu, termasuk 30 terminal peti kemas terotomatisasi.





