Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersinergi dalam membangun ekosistem digital nasional yang berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat sekaligus memajukan kebudayaan Indonesia.
"Kebudayaan dan Komdigi punya hubungan yang sangat dekat, kebudayaan sendiri spektrumnya luas dengan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan. Di tengah peradaban dunia, sekarang ya harus ada campur tangan digital," kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu.
Baca juga: Menbud ajak KBRI Kanada promosikan budaya Indonesia lewat film
Pemerintah juga terus mempercepat pelindungan warisan budaya nasional. Saat ini Indonesia telah memiliki 2.727 Warisan Budaya Takbenda yang menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan ekonomi budaya dan industri budaya nasional.
Menbud Fadli juga menekankan pentingnya regulasi dan tata kelola kecerdasan buatan agar mampu mendorong kreativitas tanpa mengancam keberlanjutan ekosistem budaya dan industri kreatif.
Kementerian Kebudayaan, lanjut Menbud Fadli, terus melakukan berbagai inovasi digital, antara lain melalui Lomba Konten Video Digital tentang museum dan cagar budaya, Gala Cerita Rakyat, Surat untuk Pahlawan, digitalisasi museum dengan teknologi immersive, video mapping, dan layar interaktif, hingga pengembangan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) yang memadukan seni dengan teknologi digital.
Baca juga: Menbud sebut peluang investasi bioskop masih terbuka lebar
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan Jakarta itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memastikan transformasi digital Indonesia berjalan seiring dengan pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
Dengan sinergi lintas kementerian, teknologi tidak hanya menjadi pendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya di tengah dinamika perkembangan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyambut baik penguatan kerja sama kedua kementerian. Dalam hal ini, digitalisasi dan kebudayaan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan akan hadirkan gerakan Indonesia bercerita
la menjelaskan bahwa saat ini sekitar 227 sampai 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet atau sekitar 80 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan untuk memastikan ruang digital dimanfaatkan secara produktif dan tetap menjunjung nilai-nilai kebudayaan.
Melalui konsep Terhubung, Tumbuh, Terjaga, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong agar transformasi digital tidak hanya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga menjaga karakter dan nilai-nilai budaya dan berdampak kepada masyarakat.
Baca juga: Gala Cerita Rakyat jadi langkah merawat cerita lewat tradisi lisan
Menkomdigi Meutya juga menegaskan bahwa pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan agar anak-anak memiliki alternatif aktivitas yang sehat di luar ruang digital.
Dalam hal ini, Kemenbud dan Komdigi turut menggarisbawahi sejumlah peluang kolaborasi strategis, antara lain penyusunan regulasi kecerdasan buatan yang berpihak pada pelindungan karya para seniman, penguatan promosi budaya melalui media digital.
Serta pelindungan data kebudayaan, pemanfaatan platform digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap budaya, serta pengembangan program dan aktivasi budaya sebagai bagian dari implementasi PP TUNAS.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan dukung penciptaan lagu anak lewat KILA 2026
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon menyampaikan transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperkuat sekaligus memajukan kebudayaan Indonesia.
"Kebudayaan dan Komdigi punya hubungan yang sangat dekat, kebudayaan sendiri spektrumnya luas dengan sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan. Di tengah peradaban dunia, sekarang ya harus ada campur tangan digital," kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu.
Baca juga: Menbud ajak KBRI Kanada promosikan budaya Indonesia lewat film
Pemerintah juga terus mempercepat pelindungan warisan budaya nasional. Saat ini Indonesia telah memiliki 2.727 Warisan Budaya Takbenda yang menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan ekonomi budaya dan industri budaya nasional.
Menbud Fadli juga menekankan pentingnya regulasi dan tata kelola kecerdasan buatan agar mampu mendorong kreativitas tanpa mengancam keberlanjutan ekosistem budaya dan industri kreatif.
Kementerian Kebudayaan, lanjut Menbud Fadli, terus melakukan berbagai inovasi digital, antara lain melalui Lomba Konten Video Digital tentang museum dan cagar budaya, Gala Cerita Rakyat, Surat untuk Pahlawan, digitalisasi museum dengan teknologi immersive, video mapping, dan layar interaktif, hingga pengembangan Festival Komunitas Seni Media (FKSM) yang memadukan seni dengan teknologi digital.
Baca juga: Menbud sebut peluang investasi bioskop masih terbuka lebar
Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Kebudayaan Jakarta itu, kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memastikan transformasi digital Indonesia berjalan seiring dengan pelestarian dan pemajuan kebudayaan.
Dengan sinergi lintas kementerian, teknologi tidak hanya menjadi pendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat identitas budaya di tengah dinamika perkembangan.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyambut baik penguatan kerja sama kedua kementerian. Dalam hal ini, digitalisasi dan kebudayaan merupakan dua aspek yang saling melengkapi dalam membangun masyarakat Indonesia yang berkarakter.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan akan hadirkan gerakan Indonesia bercerita
la menjelaskan bahwa saat ini sekitar 227 sampai 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet atau sekitar 80 persen dari total populasi. Kondisi tersebut menjadi peluang besar sekaligus tantangan untuk memastikan ruang digital dimanfaatkan secara produktif dan tetap menjunjung nilai-nilai kebudayaan.
Melalui konsep Terhubung, Tumbuh, Terjaga, Kementerian Komunikasi dan Digital mendorong agar transformasi digital tidak hanya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga menjaga karakter dan nilai-nilai budaya dan berdampak kepada masyarakat.
Baca juga: Gala Cerita Rakyat jadi langkah merawat cerita lewat tradisi lisan
Menkomdigi Meutya juga menegaskan bahwa pelaksanaan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) memerlukan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Kebudayaan agar anak-anak memiliki alternatif aktivitas yang sehat di luar ruang digital.
Dalam hal ini, Kemenbud dan Komdigi turut menggarisbawahi sejumlah peluang kolaborasi strategis, antara lain penyusunan regulasi kecerdasan buatan yang berpihak pada pelindungan karya para seniman, penguatan promosi budaya melalui media digital.
Serta pelindungan data kebudayaan, pemanfaatan platform digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap budaya, serta pengembangan program dan aktivasi budaya sebagai bagian dari implementasi PP TUNAS.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan dukung penciptaan lagu anak lewat KILA 2026





