Jakarta, tvOnenews.com- Orang tua dari Taufik Hidayat diketahui sampai sekarang belum menemui keluarga YTR. Wanita yang jadi korban pada kasus penyekapan sang anak.
Ayah Taufik Hidayat, Tata memgatakan dirinya bukan tidak mau. Melainkan sampai sejauh ini, ia belum mendapatkan pendampingan untuk menemani bertemu keluarga korban.
Ceritanya viral di media sosial. Sebab keterangan ayah Taufiik itu disampaikan saat ia bertemu dengan Dedi Mulyadi.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengundang Tata untuk berbicara. Keduanya ngobrol, videonya pun tayang di Youtubenya.
"Iya belum pak soalnya saya belum nyaman," kata Tara dikutip dari tayangan YouTube Kang Dedi Mulyadi, Rabu (1/7).
"Kenapa Bapak tidak tergerak hati? Istilahnya dalam bahasa Sunda, mau dicap buruk atau dipandang seperti apa pun. Itu kan dosa anak saya, kesalahan anak saya. Saya tetap datang menjenguk korban akibat kebiadaban anak saya. Kenapa bapak tidak berusaha untuk datang?," tanya KDM.
Ketika tahu alasannya, Dedi yang disapa KDM itu mengingatkan untuk disegerakan. Sebab pendampingan bisa meminta dengan kepala desa setempat.
Menurut KDM dengan Tata sebagai Ayah dari tersangka kasus penyekapan di Bandung. Bisa menepis pradugaan negatif "Bapak sama anak sama saja".
"sebenarnya ingin seperti itu, saya mau menyampaikan permintaan maaf. Tapi bingung, harus bagaimana dan siapa yang menemani saya pak," jawab ayah Taufik Hidayat.
"kalau itu bisa minta ditemani kades. Kan itu mah ya enggak apa-apa kan Bapak minta maaf atas nama anak Bapak sudah berbuat kebiadaban kan enggak ada soal Bapak datang soal. Bapak harus datang, itu cermin bahwa anaknya begitu tapi bapaknya tidak gitu. Jangan sampai orang mengatakan anak sama bapak sama aja,"pesan KDM.
"iya iya itu. Insya Allah pak,"sahut Tara.
Di sisi lain, KDM mengatakan akan segera mengeluarkan sebuah aturan. Aturan guna mengantisipasi peristiwa yang sama terjadi.
Dia segera membuat Surat Edaran (SE) yang menginstruksi seluruh jajaran RT dan RW untuk membuat sistem pendataan di lingkungan masing-masing.




