Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia menempati peringkat keempat negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di kawasan ASEAN. Data ini menunjukkan diabetes masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Asia Tenggara.
Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF) 2024, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,3%. Angka tersebut berada di bawah Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura.
Malaysia menjadi negara dengan prevalensi diabetes tertinggi di ASEAN, yakni 21,1%. Artinya, sekitar satu dari lima orang dewasa di negara tersebut hidup dengan diabetes. Brunei Darussalam berada di posisi kedua dengan prevalensi 13,7%, disusul Singapura 11,4%. Indonesia menempati posisi keempat dengan 11,3%, hanya terpaut tipis dari Singapura.
Di bawah Indonesia terdapat Thailand dengan prevalensi 10,2%, Filipina 7,5%, Kamboja 7,5%, Laos 6,7%, Myanmar 6,7%, Vietnam 3,4%, dan Timor-Leste 3,2%.
Melansir laman resmi IDF, beban diabetes di Indonesia masih sangat besar. Diperkirakan sekitar 20,4 juta orang dewasa berusia 20-79 tahun hidup dengan diabetes pada 2024, dengan prevalensi mencapai 11,3%. Indonesia juga menjadi salah satu negara dengan jumlah penderita diabetes terbesar di dunia.
International Diabetes Federation menilai tingginya prevalensi diabetes menjadi pengingat pentingnya deteksi dini, pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta penerapan pola hidup sehat untuk menekan risiko komplikasi penyakit di masa depan.
Berikut daftar negara ASEAN dengan prevalensi diabetes tertinggi berdasarkan International Diabetes Federation (IDF) 2024, melansir Seasia Stats, Rabu (1/7/2026):
1. Malaysia: 21,1%
2. Brunei Darussalam: 13,7%
3. Singapura: 11,4%
4. Indonesia: 11,3%
5. Thailand: 10,2%
6. Filipina: 7,5%
7. Kamboja: 7,5%
8. Laos: 6,7%
9. Myanmar: 6,7%
10. Vietnam: 3,4%
11. Timor-Leste: 3,2%
(hsy/hsy) Add as a preferred
source on Google




