Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengapresiasi berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan Polri hingga berhasil meningkatkan tingkat kepuasan publik.
Berdasarkan survei Litbang Kompas terbaru, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Polri mencapai 82,4 persen, naik dari 76,2 persen pada survei Oktober 2025.
"Polri saya lihat terus melakukan reformasi diri ya, karena Polri ini institusi yang paling sering dikritik oleh warga karena tempat berkeluh kesah dan layanannya langsung kepada masyarakat, sehingga akan terus berdinamika," kata Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, saat menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Mapolda Jawa Barat, Rabu (1/7).
KDM juga memuji sikap Polri yang dinilainya tetap sabar dalam menghadapi kritik dari masyarakat.
"Dan saya lihat Polri ini sabar dalam menghadapi berbagai kritik, terus melakukan perbaikan, melakukan reformasi di internal Polri, dan akhirnya angka kepuasan publiknya kan di Litbang Kompas relatif tinggi. Kan itu cermin bahwa terjadi pembenahan yang simultan," ujarnya.
Meski demikian, Dedi mengingatkan agar tingginya tingkat kepuasan publik tidak membuat Polri berpuas diri atas capaian yang telah diraih.
"Harapannya Polri terus jangan berpuas diri dengan angka kepuasan publik di Litbang Kompas itu. Jangan berpuas diri terhadap capaian yang sekarang. Anggaplah Polri ini masih banyak kekurangan sehingga bisa terus meningkatkan layanan kepada masyarakat sampai masyarakat Indonesia, masyarakat Jabar, puas terhadap layanan Polri," tuturnya.
Dedi berharap momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kepercayaan publik, serta menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.





