VIVA – Brighton & Hove Albion resmi memperkenalkan bek tengah berdarah Indonesia, Pascal Struijk sebagai rekrutan anyar pada bursa transfer musim panas 2026. Pemain berusia 26 tahun itu didatangkan dari Leeds United untuk memperkuat sektor pertahanan The Seagulls menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Pengumuman transfer tersebut disampaikan Brighton melalui kanal resmi klub pada Rabu, 1 Juli 2026. Kehadiran Struijk diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan Brighton akan sosok bek tengah berpengalaman di level Premier League.
Sebelum resmi diperkenalkan, Brighton lebih dulu mencapai kesepakatan dengan Leeds United. Nilai transfer Struijk dilaporkan berada di kisaran 20 juta poundsterling atau sekitar Rp470 miliar.
Struijk bukan nama asing di sepak bola Inggris. Sejak menembus tim utama Leeds United, ia menjelma sebagai salah satu pemain penting di lini belakang. Bek berkaki kiri itu dikenal memiliki kemampuan duel udara yang kuat, tenang saat menguasai bola, serta mampu dimainkan sebagai bek kiri maupun gelandang bertahan.
Selama berseragam Leeds, Struijk mencatat hampir 200 penampilan di semua kompetisi dan ikut berperan membawa klub tersebut promosi ke Premier League. Pengalamannya di kasta tertinggi Liga Inggris menjadi salah satu alasan Brighton bergerak cepat mengamankan jasanya.
Transfer ini juga menarik perhatian publik Indonesia. Struijk diketahui memiliki garis keturunan Indonesia dari pihak kakek sang ibu, sehingga namanya sempat beberapa kali dikaitkan dengan peluang memperkuat Timnas Indonesia, meski hingga kini hal tersebut tidak pernah terealisasi.
Tantangan baru menanti Struijk bersama Brighton. Ia diharapkan mampu memperkokoh lini pertahanan sekaligus membantu klub bersaing di papan atas Premier League musim 2026/2027.
Struijk merupakan salah satu pemain yang berpotensi dinaturalisasi oleh PSSI. Sejak beberapa tahun lalu, dirinya memang dikatikan dengan kemungkinan itu. Ditambah, baru baru ini, asisten pelatih Timnas Indonesia, Simon Grayson, sempat mengunjungi markas Leeds United pada Maret 2026. Hal itu mengindikasikan ada pertemuan antara Simon Grayson dengan Pascal Struijk yang saat itu membela Leeds United.
Berselang sehari setelah kunjungan Simon Grayson, Pascal Struijk mengunggah tato garuda yang ada di betis kakinya. Beberapa minggu lalu, Pascal Struijk juga ditanya soal peluang membantu Timnas Indonesia lolos Piala Dunia 2030.





