Jakarta, tvOnenews.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memuji bagi produsen makanan siap saji yang secara konsistens terus menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) di industri pangan.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar menyatakan penerapan PMR semakin berkembang sepuluh tahun belakangan, kini bukan hanya di industri berskala besar, tapi juga UMKM.
"Lewat program ini kami membuat auto-control atau self-control dari industri yang kita atur dari standar keamanannya, standar gizinya, standar processing-nya, standar proses pengemasannya, dan sebagainya," ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Dari ribuan pelaku industri yang ada, BPOM RI juga telah memberikan apresiasi kepada memilih tujuh perusahaan, salah satunya termasuk PT Halalan Tayyiban Indonesia (HATI).
Penghargaan ini menjadi pengakuan dari BPOM kepada mereka dalam menjaga keamanan pangan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap produk makanan siap saji bagi jemaah haji.
"Pertama, tentu hitungannya sudah berapa lama melaksanakan program ini. Kedua, selama melaksanakan program ini apakah sudah memenuhi ketentuan atau tidak. Berikutnya perkembangan kemajuan industrinya kita lihat. Nah, berdasarkan itulah tidak mudah kita putuskan dengan berbagai pertimbangan," terangnya.




