Jakarta (ANTARA) - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa hasil panen raya jagung kolaborasi antara Polri dan petani sejak 2025 hingga kuartal II 2026 mencapai 5,7 ton.
“Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton,” katanya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu.
Upaya ini, kata dia, merupakan partisipasi Polri guna mengakselerasi program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Prabowo saksikan peragaan dan defile personel Polri di HUT Bhayangkara
“Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” ucapnya.
Langkah lainnya pada bidang swasembada pangan adalah dengan terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) bagi para petani.
Listyo melanjutkan, Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani (poktan) di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektar,” imbuhnya.
Baca juga: Analis: Kepercayaan publik jadi modal Polri hadapi tantangan keamanan
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa Polri turut menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, pengembangan Pupuk Presisi berbasis batu bara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri.
“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan,” ucapnya
Pada Rabu ini, Polri menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, dengan mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Baca juga: Polri targetkan bangun 1.500 SPPG pada tahun 2026
“Puji syukur sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026 telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton,” katanya dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu.
Upaya ini, kata dia, merupakan partisipasi Polri guna mengakselerasi program swasembada pangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Prabowo saksikan peragaan dan defile personel Polri di HUT Bhayangkara
“Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa,” ucapnya.
Langkah lainnya pada bidang swasembada pangan adalah dengan terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi kredit usaha rakyat (KUR) bagi para petani.
Listyo melanjutkan, Polri juga memfasilitasi 30 kelompok tani (poktan) di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.
“Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektar,” imbuhnya.
Baca juga: Analis: Kepercayaan publik jadi modal Polri hadapi tantangan keamanan
Tidak hanya itu, ia mengungkapkan bahwa Polri turut menghadirkan sejumlah inovasi, seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik Presisi berbahan eceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, pengembangan Pupuk Presisi berbasis batu bara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri.
“Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan,” ucapnya
Pada Rabu ini, Polri menggelar upacara peringatan Hari Bhayangkara Ke-80, dengan mengangkat tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Baca juga: Polri targetkan bangun 1.500 SPPG pada tahun 2026





