Reformasi Polri, Kapolri Kedepankan Pemanfaatan Teknologi dalam Rekrutmen

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Polri terus melakukan pembenahan dalam tata kelola sumber daya manusia (SDM). Hal ini merupakan tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri.

"Polri melaksanakan pembaruan sistem rekrutmen dengan mengedepankan pemanfaatan teknologi, serta pengawasan partisipatif yang melibatkan unsur internal dan eksternal, seperti Kompolnas, Ombudsman, serta perguruan tinggi," kata Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat menyampaikan laporan dalam Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Kabupaten Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
 

Baca Juga :

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Polri di Bidang Ketahanan Pangan

Ia menjelaskan reformasi juga dilakukan pada aspek pendidikan, pengembangan karier, dan perawatan personel. Langkah ini dilakukan untuk membangun sistem manajemen SDM yang lebih transparan, akuntabel, berintegritas, dan berbasis prestasi.

Dalam proses rekrutmen, Polri membuka ruang bagi talenta nasional, termasuk 160 atlet yang sebelumnya berprestasi di ajang SEA Games, PON, dan berbagai kejuaraan lainnya. Mereka direkrut melalui skema talent scouting sebagai bentuk pengabdian di institusi kepolisian.

Selain itu, Polri memperluas kebijakan inklusif dengan memberikan kesempatan kepada 21 penyandang disabilitas untuk bergabung sebagai bagian dari Bhayangkara.

Upaya reformasi SDM tersebut juga diikuti dengan penguatan kelembagaan. Salah satunya melalui pengembangan Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Pidana Perdagangan Orang (PPO) di 11 Polda dan 22 Polres, yang sebagian besar dipimpin oleh polisi wanita.


Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Foto: dok. Humas Polri.

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan responsivitas penanganan kasus, terutama yang melibatkan perempuan dan anak sebagai korban.

Listyo juga menyoroti sejumlah pengungkapan kasus menonjol. Di antaranya kekerasan terhadap 110 anak di sebuah daycare yang melibatkan 13 tersangka, kasus penyekapan perempuan di Bandung, serta perkara love scamming dengan metode pick blastering yang melibatkan 39 tersangka, termasuk 11 warga negara asing.

Menurutnya, berbagai pengungkapan tersebut menjadi bukti komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan perlindungan lebih.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Changan Buka Pre-Book Deepal S05, Tersedia Teknologi BEV dan REEV
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia dan Prancis Perkuat Strategi Pengembangan Kakao Berkelanjutan
• 16 jam laluliputan6.com
thumb
Berawal dari Kamar 3x4, Konveksi Rumahan asal Sleman Kini Tembus Pasar Global
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Lulusan Kuliah 2 Tahun Bisa Daftar Magang Nasional 2026? Cek Syarat Resmi Kemnaker
• 18 jam laludisway.id
thumb
"Driver Enggak Pengaruh Mau Potongan 8 Persen, Orderan Lancar Sudah Lumayan"
• 42 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.