PBB: Tim Kemanusiaan identifikasi kebutuhan warga di Gaza

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
New York City (ANTARA) - Sejumlah tim kemanusiaan di Gaza sedang mengkaji kebutuhan warga yang terdampak serangan udara Israel pada Senin (29/6) di wilayah Al Muwasi, Khan Younis, menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) pada Selasa (30/6).

Selain menewaskan seorang ibu dan bayi perempuannya, informasi awal menunjukkan serangan Israel menyebabkan tenda-tenda pengungsi yang menaungi 150 lebih keluarga hancur total, dan tenda pengungsi 250 keluarga lainnya mengalami kerusakan, sebut OCHA.

"Para penyintas memberi tahu mitra kemanusiaan kami bahwa pihak berwenang Israel telah memperingatkan mereka tentang serangan yang akan segera terjadi," kata badan PBB tersebut.

PBB dan para mitranya akan membantu pengungsi atau mereka yang terdampak serangan melalui mekanisme distribusi bersama yang cepat, kata OCHA.

Badan PBB tersebut juga mengungkapkan mitra kemanusiaannya memperingatkan adanya peningkatan kasus cacar air di seluruh Gaza. Dalam waktu dua pekan, mereka mencatat hampir 9.300 kasus cacar air di lebih dari 130 fasilitas kesehatan, dengan lebih dari setengah kasus terjadi di Khan Younis.

"Para mitra mengaitkan lonjakan ini dengan memburuknya kondisi lingkungan, kepadatan pengungsi yang berlebihan, serta kesenjangan sanitasi dan kebersihan," kata kantor tersebut. "PBB dan para mitranya mengirimkan antihistamin, antibiotik, obat penurun demam, serta obat-obatan penting lainnya."

OCHA mengatakan para mitra kemanusiaan juga telah meningkatkan distribusi air bersih dengan truk tangki ke lokasi pengungsian, mengintensifkan klorinasi, dan meningkatkan pembersihan serta disinfeksi jamban. Selain itu, 100 promotor kesehatan terus dikerahkan di lokasi-lokasi prioritas untuk mengedukasi masyarakat tentang praktik isolasi dan cara mencari bantuan medis sejak dini.

Menurut OCHA, mitra kesehatan mereka memperingatkan respons yang ada saat ini belum cukup, dan menekankan perlunya lebih banyak sumber daya, lebih banyak perlengkapan kebersihan, akses tanpa hambatan ke daerah yang terdampak, serta pendanaan berkelanjutan untuk memperluas cakupan perawatan.

Di Yerusalem Timur, OCHA melaporkan pasukan Israel pada Selasa memasuki Pusat Pelatihan Kalandia, fasilitas pelatihan kejuruan tertua milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina di Kawasan Timur Dekat (UNRWA).

UNRWA melaporkan pasukan Israel mengambil gambar lokasi tersebut dan mengumumkan pusat itu harus ditutup, meskipun tidak ada dokumen yang diserahkan, kata OCHA.

Pusat tersebut melayani ratusan murid dari kamp pengungsi di Tepi Barat, termasuk banyak murid kurang mampu yang mendapat manfaat dari layanan pendidikan gratis di fasilitas tersebut, kata OCHA.

"Penyerbuan hari ini (Selasa) melanggar kekebalan dari fasilitas PBB serta melanggar kewajiban Israel terkait hak istimewa dan kekebalan PBB," kata OCHA.

"UNRWA merupakan bagian integral dari PBB dan komunitas kemanusiaan, serta beroperasi di bawah mandat yang jelas dari Majelis Umum. Tindakan seperti itu menghambat upaya bersama kita untuk memberikan dukungan kemanusiaan kepada orang-orang yang membutuhkan," kata OCHA.

Pemerintah Israel telah lama mengkritik UNRWA dan stafnya, mengeklaim lembaga tersebut sebagai sarang aktivitas Hamas, meskipun belum menunjukkan bukti konkret.

Sejumlah pegawai UNRWA telah dipecat karena kecurigaan soal hubungan mereka dengan Hamas sejak serangan mematikan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 lalu. Selesai





Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meksiko Bakal Melawan Inggris? Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 Usai Depak Ekuador 2-0
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Obsesi Berujung Petaka, Film Horor Pemikat Jiwa Tayang Mulai 9 Juli 2026
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Timnas Pusat Tersingkir dari Piala Dunia, Ronald Koeman Sudah Pertimbangkan Mundur Jadi Pelatih Belanda
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Dukungan Keisya Levronka untuk Adik: Urus Kebutuhan hingga Buatkan Lagu
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
KAI Daop 1 Jakarta Catat Lonjakan Penumpang Libur Sekolah
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.