Polri Tangani 718 Kasus Judol, Ribuan Tersangka Sudah Ditetapkan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa institusinya sudah menangani 718 kasus judi online (judol) hingga Juni 2026.

Dari ratusan kasus itu, sebanyak 1.164 tersangka sudah ditetapkan.

"Secara konsisten kami meningkatkan pemberantasan terhadap dampak negatif perjudian daring dengan melakukan pengungkapan 718 kasus, penetapan 1.164 tersangka," kata Kapolri dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Langkah Komdigi-Meta Atasi Spam Judol di Kolom Komentar Sosmed

Sepanjang pengungkapan itu, lanjut Sigit, Polri juga telah menyita barang bukti sejumlah Rp 1,75 triliun.

Kemudian, Polri juga memblokir 278.000 situs dan konten judol, bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Lebih jauh, Kapolri mencontohkan kasus terkini yang diungkap Polri yakni judol jaringan internasional bermarkas di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Baca juga: Begini Cara Pelaku Spam Judol di Kolom Komentar Medsos, Pantau Unggahan Viral Secara Real Time

Kasus itu diketahui melibatkan ratusan Warga Negara Asing (WNA) menjadi tersangka.

"Salah satu kasus menonjol yang berhasil diungkap adalah perjudian daring jaringan internasional yang melibatkan 322 warga negara asing yang mengelola 145 domain. Pada kasus tersebut, 291 warga negara asing telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Sigit.

Baca juga: Jaringan Judol 1XBET Pakai Rekening Warga untuk Pencucian Uang, Iming-iming Rp 300.000

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kapolri menyatakan bahwa capaian ini memotivasi institusinya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat.

"Tentunya hasil tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk senantiasa meningkatkan kualitas layanan dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif, agar bangsa kita siap menyambut momentum bonus demografi sebagai titik tolak mewujudkan NKRI yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan yang kita cita-citakan bersama," kata dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Threads Tambah Fitur Live Chats, Bersiap Tantang Dominasi X
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nadiem Makarim Pertanyakan Keadilan usai Divonis 10 Tahun, Tim Hukum Siapkan Banding
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Gunung Semeru Meletus Pagi Ini, Kolom Abu Tebal Capai 1 Km
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Siapa Andi Saputra? Satu-satunya Hakim yang Berani Minta Nadiem Makarim Bebas
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tekuk Pantai Gading 2-1, Norwegia Melaju ke 16 Besar Piala Dunia 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.