Kemendikdasmen: Revitalisasi beri kenyamanan belajar murid di Wakatobi

antaranews.com
17 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan kehadiran program revitalisasi satuan pendidikan berhasil meningkatkan kenyamanan dan keamanan kegiatan belajar para murid di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan program revitalisasi satuan pendidikan menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang bermutu dan berkeadilan.





“Revitalisasi satuan pendidikan ini adalah wujud nyata kehadiran negara untuk menghadirkan keadilan akses pendidikan yang bermutu. Sekolah harus menjadi tempat yang paling dirindukan dan menyenangkan bagi siswa untuk menuntut ilmu,” kata Mu’ti di Jakarta Pusat, Rabu.





Salah satu sekolah yang merasakan manfaat program tersebut ialah SMP Swasta Maritim Mola, Kabupaten Wakatobi, yang sebelumnya mengalami kondisi ruang kelas bocor, lantai rapuh, hingga struktur kayu yang mulai lapuk.





Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal (Dirjen PAUD, Dikdas, dan PNFI) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menegaskan revitalisasi satuan pendidikan merupakan ikhtiar negara dalam menghadirkan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh anak Indonesia, termasuk di wilayah pesisir dan kepulauan.





“Bagi anak-anak Suku Bajo di Wakatobi, sekolah yang layak bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang aman dan nyaman untuk menumbuhkan harapan, menjaga identitas kemaritiman, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Gogot.





Pada kesempatan berbeda, Kepala SMP Swasta Maritim Mola Narto mengatakan karakter geografis SMP Swasta Maritim Mola yang berdiri di atas perairan menjadikan konstruksi bangunan sekolah memiliki tantangan tersendiri.









Meski demikian, sekolah tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pesisir.





“Secara geografis sekolah kami berada di tengah komunitas Suku Bajo di kawasan pesisir. Setelah pulang sekolah, banyak anak-anak yang ikut orang tua mereka melaut atau memancing. Karena itu, sekolah juga harus mampu menghadirkan pembelajaran yang adaptif, tanpa membuat mereka kehilangan identitas dan tradisi kemaritiman,” katanya.





Melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, sekolah ini memperoleh anggaran revitalisasi sekitar Rp2,96 miliar. Perubahan yang dihadirkan tidak hanya tampak dari empat Ruang Kelas Baru (RKB) yang berdiri kokoh.

Di samping itu, sekolah juga mendapatkan fasilitas tambahan berupa ruang perpustakaan, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ruang administrasi, toilet, serta rehabilitasi laboratorium IPA.





Ia pun menyampaikan apresiasinya atas perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan, khususnya di daerah pesisir yang telah memberikan perubahan nyata.






Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TPA Jatiwaringin Masih Kebakaran, Pemadaman Dilanjutkan di Hari Ketiga
• 7 jam laludetik.com
thumb
Jadwal Salat dan Buka Puasa Bandung 2 Juli 2026
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Meredam Tawuran Lewat Seni, Perjalanan Teater Dermaga di Belawan
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenhut ingatkan pariwisata di DAS wajib utamakan kelestarian
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Polda Riau Berjasa Bagi Negara, Presiden Anugerahkan Nugraha Sakanti
• 17 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.