Tunjangan Profesi Ubah Nasib Guru yang Dulu Digaji Tak Layak

liputan6.com
2 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Jauh sebelum menikmati Tunjangan Profesi Guru (TPG), para guru yang mengabdi di kawasan pesisir, mengajar dengan honor yang sangat terbatas, bahkan ada yang hanya puluhan ribu rupiah. Namun, keterbatasan itu tidak menyurutkan langkah mereka untuk tetap hadir di ruang kelas.

Semangat tersebut dirasakan Tino, guru Informatika SMP Swasta Maritim Mola yang mulai mengajar sejak akhir 2021. Sebelum memperoleh TPG, dia mengandalkan insentif dari dana BOS sekitar Rp 400 ribu per bulan yang dibayarkan setiap tiga bulan. Kini, setelah menerima TPG, Tino merasa lebih tenang dalam menjalankan tugas sebagai pendidik.

Advertisement

"TPG sangat penting karena membantu kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga bisa digunakan untuk menunjang pembelajaran, termasuk kebutuhan internet dan media belajar," ujar Tino, melalui keterangan tertulis yang disampaikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Rabu (1/7/2026).

Dia mengatakan, penyaluran TPG yang kini dilakukan secara langsung ke rekening guru setiap bulan turut memberikan kepastian sehingga para guru dapat lebih fokus menjalankan tugasnya.

"Sekarang penyalurannya sudah lancar setiap bulan langsung ke rekening. Guru jadi bisa lebih fokus mengajar karena kebutuhan dasar lebih terjamin," ucap Tino.

Bagi Tino, peningkatan kesejahteraan melalui TPG tidak berhenti pada aspek ekonomi semata. Sebagian dana yang diterima juga dimanfaatkan untuk mendukung proses belajar mengajar, mulai dari penyediaan bahan ajar, media pembelajaran, hingga membantu berbagai kebutuhan peserta didik di kelas.

Selanjutnya, Tino juga berharap peningkatan kesejahteraan guru melalui TPG dapat terus diiringi dengan penguatan kompetensi guru melalui berbagai pelatihan.

"Harapan saya, pelatihan untuk guru terus dilakukan supaya kemampuan kami juga terus berkembang. Dengan begitu, mutu pendidikan di daerah seperti Mola Bahari dapat semakin meningkat," tutup dia.

Sementara itu, Guru Geografi SMA Muhammadiyah 1 Wakatobi, Gita Novalista turut menceritakan bagaimana perjalanan awalnya sebagai pendidik. Saat pertama kali mengajar, honor yang diterimanya hanya sekitar Rp 150 ribu per bulan.

Setelah bertahun-tahun mengabdi, jumlah tersebut perlahan meningkat hingga Rp 500 ribu per bulan sebelum akhirnya menerima TPG pada awal 2025.

"Awal-awal saya mengajar hanya menerima honor Rp 150 ribu per bulan. Setelah beberapa tahun baru naik sedikit demi sedikit. Jadi ketika sekarang menerima TPG, tentu sangat membantu dan menjadi penyemangat bagi kami," ucap Gita.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
• 1 jam laluterkini.id
thumb
KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan 3.034 WNI dan PMI ke Indonesia, Program M Capai 1.177 Orang
• 20 jam lalupantau.com
thumb
SUV Kian Diminati Keluarga Indonesia, Ini Faktornya!
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Ayah Dokter Icha: Kebenaran dan Keadilan Harus Ditegakkan
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo ke Polri: Jadilah Polisi yang Dekat dengan Rakyat
• 7 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.