KJRI Johor Bahru Fasilitasi Pemulangan 3.034 WNI dan PMI ke Indonesia, Program M Capai 1.177 Orang

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru telah memfasilitasi pemulangan 3.034 warga negara Indonesia (WNI) dan pekerja migran Indonesia (PMI) ke tanah air sejak awal Januari hingga akhir Juni 2026, dengan 1.177 orang di antaranya dipulangkan melalui skema Program M yang diselenggarakan Jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Putrajaya dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Malaysia.

Pemulangan terbaru dilakukan pada Selasa, 30 Juni 2026, terhadap 148 WNI dan PMI yang diberangkatkan dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor, menggunakan kapal feri MDM Express pada pukul 13.30 waktu setempat menuju Batam, Kepulauan Riau.

Program M telah berjalan sejak Desember 2024 dengan jalur pemulangan melalui laut dari Johor menuju Batam untuk membantu mengurangi kepadatan di Depo Tahanan Imigresen (DTI).

KJRI Johor Bahru menyebut Program M menargetkan pemulangan sebanyak 7.200 orang dalam kurun waktu dua tahun sebagai bagian dari kerja sama bilateral yang berkelanjutan antara Indonesia dan Malaysia.

Rincian WNI dan PMI yang Dipulangkan

Dari 148 WNI dan PMI yang dipulangkan, sebanyak 126 orang merupakan laki-laki, 21 orang perempuan, serta satu anak perempuan berusia enam tahun asal Jawa Timur.

Sebagian besar WNI dan PMI yang dipulangkan berasal dari Nusa Tenggara Barat sebanyak 44 orang.

Sebanyak 23 orang berasal dari Jawa Timur.

Sebanyak 18 orang berasal dari Aceh.

Sebanyak 13 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 11 orang berasal dari Kepulauan Riau.

Selebihnya berasal dari berbagai daerah lain di Indonesia.

Seluruh WNI dan PMI tersebut sebelumnya ditahan akibat pelanggaran keimigrasian di Malaysia dan telah menyelesaikan masa hukuman sebelum dipulangkan.

Sebelum keberangkatan, mereka ditempatkan sementara di DTI Pekan Nenas, Johor, serta sebagian lainnya di DTI Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Pendampingan Kelompok Rentan dan Koordinasi Lintas Instansi

KJRI Johor Bahru memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan selama proses pemulangan, termasuk pendampingan intensif terhadap anak perempuan yang ikut dalam rombongan.

Pranata Informasi Diplomatik KJRI Johor Bahru Paltzky Ainurrafi Hidayat mengatakan, "Tugas pelindungan ini melampaui urusan administratif. Kami berpegang teguh pada prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak dasar setiap WNI. Bagi anak-anak, kehati-hatian dan rasa aman dalam proses pemulangan adalah prioritas utama."

Setibanya di Batam, rombongan disambut oleh satuan tugas gabungan yang terdiri atas BP3MI, P4MI, Imigrasi, Bea Cukai, dan Kepolisian.

Koordinasi lintas instansi tersebut memastikan seluruh proses kedatangan hingga kepulangan ke daerah asal masing-masing berjalan tertib, aman, dan penuh dukungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Laba Pertamina 2025 Naik jadi Rp55,2 Triliun, Ini Kontributornya
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Kai Havertz Minta Maaf kepada Pendukung Jerman Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Gagal di Piala Dunia 2026, Miroslav Koubek Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Ceko
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Polda Jabar Ungkap Korupsi Pembangunan Jembatan di Sukabumi, Dua Tersangka Ditangkap
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
UI dorong harmonisasi regulasi alat kesehatan di kawasan ASEAN
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.