Bisnis.com, MALANG — Keyakinan konsumen di Kota Malang terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga pada level optimis (indeks >100) yang tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 sebesar 123,8, meskipun sedikit termoderasi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 134,5. Namun demikian, tingkat keyakinan konsumen masih berada di zona optimis selaras solidnya ekonomi nasional.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini tetap solid, tecermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Juni 2026 sebesar 114,3 (dengan indeks >100).
“IKE yang tetap tumbuh solid bersumber dari seluruh komponen indeks pembentuk yang masih menunjukkan optimisme dengan nilai >100, yaitu: indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) tercatat sebesar 120,5, indeks penghasilan saat ini sebesar 119,0, dan indeks ketersediaan lapangan kerja sebesar 103,5,” ujarnya dikutip Rabu (1/7/2026).
Ekspektasi konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan juga terpantau tetap terjaga. Hal ini tecermin dari IEK Juni 2026 tercatat sebesar 133,3 (dengan indeks >100).
Berdasarkan komponen pembentuk, IEK yang tetap menunjukkan optimisme bersumber dari seluruh komponen indeks pembentuk yang masih menunjukkan optimisme dengan nilai >100, yaitu: indeks ekspektasi penghasilan sebesar 149,5, indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 131,0, dan indeks ekspektasi kegiatan usaha sebesar 119,5.
Menurutnya, ekonomi Kota Malang pada Juni 2026 didukung oleh stabilitas harga serta berlanjutnya aktivitas ekonomi lokal (terutama dari sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata).
Baca Juga
- Bea Cukai Malang Gagalkan Pengiriman 1.026.600 Batang Rokok Ilegal
- Hilangkan Stigma Penyandang Disabilitas Mental, Pemkot Malang Luncurkan Rumah Pijar
- Walkot Malang: Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Momentum Emas bagi UMKM
Optimisme ini, kata dia, sejalan dengan kinerja ekonomi nasional yang tetap solid, terindikasi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat tumbuh 5,61% (yoy) pada triwulan I 2026.
”Secara umum, kombinasi dari optimisme konsumen, daya beli yang tetap terjaga, serta aktivitas ekonomi riil yang menunjukkan optimisme, mengindikasikan bahwa ekonomi Kota Malang pada Juni 2026 berada dalam kondisi yang terjaga dan memiliki ketahanan yang baik di tengah dinamika eksternal,” ucapnya.
Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai kondisi makro ekonomi yang masih atraktif diindikasikan dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada triwulan I/2026 mendorong tetap terjaganya optimisme konsumen.
Pemerintah yang terus berupaya menjaga daya beli masyarakat dengan stabilitas harga pangan, pencairan bansos dan berbagai insentif perpajakan maupun diskon tarif kereta dan pesawat di musim Lebaran menjadi bantalan untuk terus menjaga ekonomi tetap kondusif dan atraktif.
Di sisi lain, dia menegaskan, insentif kepabeanan untuk bahan baku impor seperti plastik, kimia bahan baku farmasi maupun untuk pupuk, pakan dan obat-obatan pertanian dapat menjaga optimisme perekonomian. Hal yang tak kalah penting adalah, mendorong belanja pemerintah pusat maupun pemerintah daerah lebih cepat dan ekspansif akan menjadi stimulus bagi perekonomian domestik.(K24)





