Produk kerajinan Jawa Barat (Jabar) semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Hal itu terbukti dari nilai transaksi penjualan produk kerajinan pada Pekan Kerajinan Jawa Barat (PKJB) 2026 yang mencapai Rp 54 miliar.
Nilai transaksi tersebut terkumpul dari hari pertama PKJB pada Jumat (26/6) hingga Minggu (28/6).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar, Junanto Herdiawan mengatakan, capaian nilai transaksi pada PKJB tahun ini naik 170 persen dibandingkan tahun lalu. Adapun sejumlah perajin juga berhasil menjalin kerja sama ekspor senilai Rp4,6 miliar.
"Ada juga potensi ekspor, sudah ada deal Rp4,7 miliar," ujar Junanto dalam keterangan tertulis, Senin (1/7/2026).
Sejalan dengan kenaikan nilai transaksi penjualan, jumlah pengunjung pada PKJB 2026 pun naik menjadi 97.000 orang. Sementara, PKJB 2025 dikunjungi sebanyak 95.000 orang.
PKJB tahun ini juga menjadi momentum para perajin mendapatkan kucuran pembiayaan dari perbankan. Total pembiayaan perbankan yang disalurkan kepada perajin mencapai Rp1,8 miliar.
Menanggapi kesuksesan PKJB 2026, Wakil Gubernur Jabar, Erwan Setiawan mengucapkan terima kasih kepada pendukung acara dan pelaku usaha kecil menengah (UMKM) yang terlibat. Ia juga berterima kasih kepada Bank Indonesia Provinsi Jabar yang telah mendukung PKJB 2026.
Kepada para perajin, Erwan mengimbau untuk terus menjadikan warisan budaya sebagai sumber inspirasi dalam menciptakan karya.
"Strategi ini saya yakini dapat mengantarkan perajin Jabar bersaing di kancah nasional dan internasional," kata Erwan.
(akn/ega)





