JAKARTA, KOMPAS.TV — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan data prakiraan cuaca penerbangan berkala mengenai potensi sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus (Cb) di wilayah Indonesia.
Laporan terbaru ini berlaku untuk jangka waktu satu pekan ke depan, terhitung mulai 2 Juli 2026 hingga 8 Juli 2026.
Baca Juga: BMKG Update Potensi Awan Cumulonimbus 1-7 Juli 2026, 5 Wilayah Samudra Hindia Kategori Tinggi
Produk data cuaca penerbangan ini disusun berdasarkan pemodelan cuaca numerik untuk memetakan sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus di ruang udara nasional.
Informasi dini ini dikeluarkan secara berkala sebagai panduan penting dalam mendukung keselamatan operasional penerbangan.
Dalam rilis resminya, BMKG membagi persentase cakupan spasial maksimum awan Cumulonimbus ke dalam tiga kategori utama yang divisualisasikan melalui indikator warna biru muda, ungu, dan hijau.
Ketiga kategori tersebut meliputi Isolated CB (ISOL) untuk cakupan area kurang dari 50 persen, Occasional CB (OCNL) dengan rentang cakupan area berkisar antara 50 hingga 75 persen, serta Frequent CB (FRQ) yang menandakan persentase cakupan spasial tertinggi, yaitu melebihi 75 persen.
Berdasarkan hasil pemantauan atmosfer terbaru untuk periode 2–8 Juli 2026, BMKG memprediksi terdapat tiga wilayah perairan yang masuk dalam kategori Frequent (FRQ) atau memiliki kepadatan cakupan spasial di atas 75 persen, meliputi:
- Laut Natuna Utara
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
Baca Juga: BMKG Ingatkan Risiko ISPA hingga Heatstroke saat El Nino 2026
Sementara itu, untuk kategori Occasional (OCNL) dengan potensi rentang cakupan spasial maksimum antara 50 hingga 75 persen, sebaran pertumbuhan awan Cumulonimbus diprediksi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah daratan, perairan selat, laut, hingga samudra.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- awan Cumulonimbus
- prakiraan cuaca
- cuaca penerbangan
- potensi awan Cb
- info BMKG terbaru





