Merayakan usia Jakarta yang ke-499, PT Sarinah (Persero) menyelenggarakan acara bertajuk “Rupa Jakarta 499” sebagai bentuk perayaan hari jadi Ibu Kota Indonesia. Dalam memeriahkan acara ini, PT Sarinah (Persero) berkolaborasi dengan brand lokal Nona Rara
Kolaborasi tersebut menghadirkan Betawi Collection Trunk Show yang menampilkan sejumlah koleksi Nona Rara Special Betawi Collection. Busana sarat budaya yang diciptakan Nona Rara ini melenggang dengan anggun di atas lantai Sarinah—yang telah berusia 64 tahun.
Citra Pandansari, Direktur Operasi PT Sarinah (Persero) mengatakan bahwa kolaborasinya dengan Nona Rara merupakan bentuk komitmen mereka untuk melestarikan budaya.
“Melalui Rupa Jakarta 499, Sarinah ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan budaya, kreativitas, dan masyarakat dalam satu pengalaman yang inklusif. Kolaborasi bersama Nona Rara ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk menjaga budaya tetap hidup melalui karya-karya yang relevan dengan perkembangan zaman," ujar Citra.
Selaras, Adisfia Nur Henrista, Brand Manager Nona Rara mengungkapkan kolaborasi ini menjadi kesempatan emas dalam memperkenalkan budaya betawi lewat fashion.
Menilik koleksi Nona Rara Special Betawi CollectionKoleksi ini didominasi oleh beragam jenis batik, mulai dari Batik Cap Garutan, Wonogiren, Encim, hingga Cirebon. Batik tersebut kemudian berpadu dengan elemen khas Betawi seperti motif ondel-ondel, penari ronggeng, hingga ornamen yang merefleksikan wajah Jakarta.
Kekayaan budaya tersebut dikemas dalam desain yang timeless dengan sentuhan warna-warna ceria yang memanjakan mata. Meski tampil lebih segar dan kontemporer, Nona Rara tetap mempertahankan karakter tradisional sebagai benang merah di setiap rancangannya.
Salah satu koleksinya menampilkan blouse bernuansa hangat yang menampilkan Monas—ikon kota Jakarta. Busana tersebut dirancang dengan detail kerah turtleneck dan lengan puffy bervolume, sehingga menciptakan tampilan yang manis.
Kemudian, ada tunik berpotongan simpel dengan detail lengan tiga perempat. Menariknya, selain menghadirkan motif Monas, busana ini juga menampilkan ilustrasi bajaj pada bagian dada, sehingga menjadi elemen statement yang unik dan tak biasa. Permainan nuansa biru yang dipadukan dengan sentuhan kuning dan merah menciptakan tampilan yang playful.
Last but not least, Nona Rara menghadirkan gaun bernuansa ungu yang elegan. Busana ini memiliki desain yang simpel dengan detail kerah turtleneck. Meski desainnya sederhana, gaun ini memiliki kekuatan pada permainan motif dan komposisi visualnya. Hal itu terlihat lewat perpaduan batik dengan kekayaan budaya Betawi yang dihadirkan secara seimbang, lalu dipertegas melalui permainan warna-warna kontras.
“Melalui Betawi Collection, kami ingin menunjukkan bahwa kekayaan budaya Betawi dapat diterjemahkan ke dalam karya fesyen yang modern tanpa kehilangan nilai dan identitasnya," ujar Adisfia.





