Disparpora Bulukumba Gandeng Tim Riset Ciputra Makassar Perkuat Strategi Pariwisata Berkelanjutan

terkini.id
16 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Bulukumba — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba bersama Tim Riset Ciputra Makassar memperkuat kolaborasi dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba, Selasa (30/6/2026).

Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta arah pengembangan sektor pariwisata melalui pendekatan green leadership, green human capital, dan green innovation.

Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina A. Muri, mengatakan Bulukumba memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.

Selain dikenal sebagai Butta Panrita Lopi, daerah ini juga memiliki berbagai potensi wisata bahari, budaya maritim, ekonomi kreatif, kuliner khas, hingga UMKM yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Bulukumba memiliki potensi yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari wisata bahari, budaya Pinisi, hingga kreativitas masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” ujarnya.

Menurut Hamrina, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada pengembangan destinasi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Sebagai Ketua PGRI, saya melihat pembangunan pariwisata juga membutuhkan penguatan pengetahuan dan kapasitas generasi muda. SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan inovasi dan pelayanan wisata yang berkualitas,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Tim Riset Ciputra Makassar menggali berbagai aspek strategis, mulai dari tata kelola destinasi, kepemimpinan daerah, penguatan kapasitas masyarakat, inovasi pariwisata, keberlanjutan lingkungan, hingga pola kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

Akademisi Ciputra Makassar, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP., menilai kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Pariwisata berkelanjutan membutuhkan manusia yang memiliki kompetensi, kreativitas, dan kesadaran terhadap keberlanjutan. Green human capital menjadi kunci agar masyarakat mampu memberikan pelayanan terbaik sekaligus menciptakan inovasi baru,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepemimpinan yang memiliki perspektif keberlanjutan akan mampu menggerakkan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

“Kepemimpinan yang memiliki perspektif hijau akan mampu menggerakkan pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru melalui inovasi,” tambahnya.

Sementara itu, akademisi Ciputra Makassar, Dr. St. Salmah Sharon, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., CSRA., menekankan pentingnya tata kelola yang akuntabel dalam mendukung keberlanjutan sektor pariwisata.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan destinasi tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga sejauh mana pengelolaan sumber daya dilakukan secara transparan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Bulukumba memiliki modal yang kuat melalui budaya maritim, wisata bahari, dan ekonomi kreatif. Namun, keberhasilan pengembangan pariwisata membutuhkan akuntabilitas dalam pengelolaan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia berharap hasil penelitian yang dilakukan dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pembangunan pariwisata yang lebih efektif, sekaligus memperkuat keberlanjutan UMKM dan ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, akademisi Ciputra Makassar, Muh. Syulhasbiullah, S.I.Kom., M.I.Kom., menilai transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing sektor pariwisata Bulukumba.

Menurutnya, kekayaan budaya Pinisi, wisata bahari Tanjung Bira, dan kearifan lokal perlu dikemas melalui strategi komunikasi digital yang kreatif agar mampu menjangkau pasar wisata yang lebih luas.

“Bulukumba memiliki cerita besar melalui budaya Pinisi, wisata bahari, dan kearifan lokal masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikomunikasikan melalui platform digital sehingga memiliki daya tarik bagi wisatawan nasional maupun internasional,” katanya.

Ia menambahkan, digitalisasi tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga mampu meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM lokal.

Melalui kolaborasi ini, Disparpora Bulukumba dan Tim Riset Ciputra Makassar sepakat bahwa pembangunan pariwisata masa depan harus mengedepankan sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan sektor usaha.

Dengan kekuatan budaya Pinisi, destinasi wisata bahari seperti Tanjung Bira, ekonomi kreatif, serta dukungan sumber daya manusia yang inovatif, Bulukumba dinilai memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan yang mengintegrasikan keberlanjutan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Tak Campuri Pemilihan Pimpinan NU
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BMKG: Bibit Siklon 96W Berpotensi Jadi Siklon Tropis, Cek Wilayah Terdampak Hujan 2 Juli
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri Hadiri Upacara Peringatan Ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Harga Pertamax Turbo Turun, Tapi Selisih dengan Pertamax Masih Jadi Keluhan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Penjualan Toyota Naik 5 Persen, Prospek Semester II Masih Penuh Tantangan
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.