Kementerian UMKM Perkuat Inkubator Bisnis, Tekan Risiko Gagal Wirausaha Hingga 90 Persen

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat program inkubasi bisnis sebagai strategi meningkatkan kualitas wirausaha sekaligus menekan risiko kegagalan usaha pada tahap awal. Pemerintah menilai proses inkubasi menjadi salah satu faktor penting agar pelaku UMKM lebih mudah memperoleh pembiayaan dan memperluas pasar.

Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Demantik mengatakan berbagai penelitian di sejumlah negara menunjukkan proses inkubasi mampu menurunkan tingkat kegagalan usaha rintisan hingga 80-90 persen. Oleh karena itu, pemerintah menjadikan penguatan inkubator sebagai salah satu prioritas pengembangan kewirausahaan nasional.

Baca Juga
  • Wisatawan Muslim Kini Cari Pengalaman Bermakna dan Berkelanjutan
  • Kementerian UMKM: Penyaluran KUR Syariah Masih 5,7 Persen, Perlu Diperluas
  • Kemenpar Bidik 262 Juta Perjalanan Wisatawan Muslim Global pada 2030

“Kami berkeyakinan tingkat kegagalan UMKM harus semakin rendah. Dengan risiko yang lebih kecil, lembaga pembiayaan juga akan semakin percaya diri memberikan pembiayaan kepada UMKM,” kata Riza dalam Indonesia Sharia Forum (ISF) 2026 yang diselenggarakan Republika di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Demantik hadir dalam Islamic Finance Dialogue (IFD) 2026 yang diselenggarakan Republika di Jakarta, Rabu (1/7/2026). - (Republika/Edwin Putranto)

 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Menurut dia, Kementerian UMKM mencatat sebanyak 754 lembaga inkubator yang terdaftar di seluruh Indonesia. Sebaran inkubator masih mendominasi Pulau Jawa, sementara jumlahnya relatif lebih sedikit di wilayah Indonesia bagian timur maupun wilayah barat.

Dari jumlah tersebut, pemerintah baru saja melakukan pemeringkatan terhadap lembaga inkubator. Sebanyak 17 inkubator memperoleh predikat A, sedangkan sisanya berada pada kategori B dan C.

Riza mengatakan inkubator berperingkat tertinggi akan menjadi mitra utama pemerintah dalam menjalankan program inkubasi bersama atau co-incubation untuk menghasilkan lebih banyak pelaku usaha yang siap berkembang.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kebakaran TPA Jatiwaringin Dipastikan Tak Ganggu Penerbangan di Bandara Soetta
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Satu Orang Tewas akibat Ledakan di Area Pabrik Semarang
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Gandeng Kemenkes, Kemhan Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian 5 Calon Kopdes saat Latsarmil
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Siklus kekerasan dalam relasi bisa menjerat korban
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Kapan Taufik Hidayat Diadili? Begini Nasib Terbaru Tersangka Kasus Penyekapan YTR
• 3 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.