KUPANG, KOMPAS.TV – Sambil menangis, Nur Azizah, ibu kandung almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, menceritakan momen memilukan saat buah hatinya menelepon sambil menangis histeris dan menjerit karena mengalami intimidasi oleh oknum anggota DPRD Timor Tengah Utara saat menangani pasien keracunan bisa ular.
Sang ibu juga bercerita, meski tugas medis putrinya sudah sesuai prosedur, tekanan verbal yang dialami membuat Dokter Icha mengalami trauma mendalam.
Sebelum meninggal dunia, Dokter Icha meninggalkan surat untuk keluarganya. Paman sekaligus juru bicara keluarga korban, Fabianus Banase, mengungkapkan bahwa dalam surat tersebut almarhumah Icha menulis masih merasakan trauma mendalam saat kembali bertugas di rumah sakit di Timor Tengah Utara.
Dokter Icha juga menulis telah mengampuni perbuatan anggota DPRD yang mengintimidasinya, tetapi tidak proses tindak pidana yang mereka lakukan.
Keluarga mendiang Dokter Icha pun sudah berencana melaporkan dugaan intimidasi ke Mapolda NTT pada Jumat pekan ini.
Surat wasiat almarhumah menjadi salah satu bukti yang disiapkan untuk proses pelaporan tersebut, dengan harapan ada keadilan untuk menguak penyebab meninggalnya Dokter Icha.
Baca Juga: Kasus Dugaan Intimidasi Dokter Icha, 3 Anggota DPRD TTU Dinyatakan Langgar Etik Berat!
#doktericha #intimidasi #dprd #timortengahutara
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- dokter icha
- intimidasi
- dprd ttu
- timor tengah utara
- dokter meninggal
- dokter diintimidasi





