KYIV, KOMPAS.TV — Pasukan Ukraina kembali melancarkan serangan udara ke kilang minyak utama Ufa di Rusia untuk kedua kalinya dalam sepekan. Hal itu dikonfirmasi Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada Rabu (1/7/2026).
Serangan jarak jauh yang hampir terjadi setiap hari itu disebut telah memicu krisis pasokan bahan bakar di Rusia sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap Kremlin di tengah invasi penuh yang telah memasuki tahun kelima.
Menurut Zelenskyy melalui media sosial, kilang minyak Ufa merupakan salah satu produsen pelumas terbesar di Rusia.
Baca Juga: Zelenskyy Mengutuk Serangan Rusia yang Menewaskan 11 Orang di Ukraina
Menurut laporan Associated Press, fasilitas tersebut berada lebih dari 1.000 kilometer (600 mil) dari perbatasan Ukraina.
Selain kilang Ufa, Zelenskyy mengatakan Ukraina juga menyerang pabrik pembuat komponen rudal di wilayah Penza, Rusia, yang berjarak sekitar 500 kilometer (300 mil) dari Ukraina.
Hingga kini, otoritas Rusia belum mengonfirmasi serangan terhadap kedua fasilitas tersebut dan klaim Ukraina juga belum dapat diverifikasi secara independen.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan telah mencegat 179 drone Ukraina di atas 16 wilayah Rusia, Krimea yang dianeksasi, serta perairan Laut Azov dan Laut Hitam.
Gubernur Penza Oleg Melnichenko mengatakan puing-puing drone yang jatuh merusak jaringan listrik dan mengenai sebuah bangunan yang sedang dibangun.
Serangan Drone Disebut Hambat Pergerakan Militer RusiaDrone dan rudal yang dikembangkan serta diproduksi Ukraina dilaporkan telah berbulan-bulan menghantam berbagai fasilitas minyak Rusia, mulai dari kilang, terminal, depot penyimpanan, hingga stasiun pompa pipa.
Dampaknya, sejumlah wilayah di Rusia, salah satu produsen energi terbesar di dunia, mulai menerapkan pembatasan distribusi bahan bakar.
Baca Juga: Putin Blak-Blakan Akui Rusia Kekurangan Bahan Bakar karena Serangan Ukraina ke Infrastruktur Moskow
Pejabat Barat menilai Ukraina mulai memperoleh keunggulan dalam beberapa bulan terakhir berkat pengembangan persenjataan baru.
Menurut pejabat dan analis, serangan terhadap jalur pasokan di belakang garis depan telah mengurangi momentum pasukan Rusia di medan perang.
Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan militer Rusia kini menghadapi kendala besar dalam mengirim pasukan infanteri dan logistik ke garis depan.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Associated Press
- Ukraina
- Rusia
- kilang minyak Ufa
- serangan drone Ukraina
- Volodymyr Zelenskyy
- logistik militer Rusia





