Sempat Bikin Malu Jerman, Pelatih Ekuador Sebastian Beccacece Mundur Setelah Tersingkir di Babak 32 Besar Piala Dunia

harianfajar
14 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, DALLAS—Pelatih kepala Ekuador Sebastian Beccacece telah mengkonfirmasi kepergiannya setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia FIFA 2026.

Menurut Reuters, ia menyatakan bahwa kontraknya telah berakhir setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia edisi ke-23 ini.

Berbicara setelah kekalahan Ekuador melawan Meksiko dengan skor 2-0 di babak 32 besar di Stadion Azteca yang penuh sesak, Beccacece mengatakan tim tersebut gagal mencapai targetnya meskipun telah melakukan upaya maksimal dari para pemain dan staf.

“Kontrak kami berakhir bersamaan dengan Piala Dunia. Saya rasa kami tidak mampu mencapai prestasi yang kami janjikan: menjadikan ini Piala Dunia terbaik yang pernah ada. Hari ini giliran saya untuk mengucapkan selamat tinggal,” kata Beccacece, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan bahwa meskipun ia berharap untuk melanjutkan perannya, ia menghormati proses pengambilan keputusan dan menerima berakhirnya masa jabatannya.

“Itulah mengapa saya harus pergi. Saya ingin melanjutkan karena apa yang saya terima dari para pemain dan manajemen menjamin kemungkinan untuk melanjutkan. Tetapi saya mengerti bagaimana ini bekerja dan itu menyakitkan, tetapi saya pikir keputusannya sudah jelas,” tambahnya.

Beccacece mengakui timnya kesulitan menghadapi tim Meksiko yang energik yang mengendalikan sebagian besar babak pertama.

“Kami kalah dalam permainan di babak pertama,” katanya, seperti dikutip Reuters.

Setelah jeda, Ekuador menunjukkan peningkatan dan lebih banyak menguasai bola saat mereka mencoba untuk kembali ke pertandingan, tetapi Meksiko tetap solid di lini belakang dan menggagalkan upaya mereka untuk mencetak gol.

“Kami berjuang keras, tetapi kami tidak bisa mencetak gol yang akan memberi kami dorongan,” tambah Beccacece.

Bahkan setelah kekecewaan tersingkir, pelatih asal Argentina itu menyoroti hubungan kuat yang ia kembangkan dengan para pemainnya dan negaranya sepanjang kampanye.

Ketika ditanya tentang warisannya, Beccacece mengalihkan pujian kepada skuadnya.

“Warisan itu berasal dari para pemain, karena mereka adalah tim termuda Ekuador,” katanya.

“Saya tidak punya keluhan, hanya rasa terima kasih kepada orang-orang dan para pemain,” lanjutnya.

“Saya menerima begitu banyak rasa terima kasih dan kasih sayang dari lubuk hati saya. Para pemain memberi saya dua jam yang indah setelah pertandingan dan itulah yang tersisa bagi kami,” ujarnya.

Sebelumnya, Ekuador menjadi sorotan setelah mengalahkan Jerman di laga terakhir fase grup yang memastikan mereka lolos ke babak 32 besar. (amr)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bank BJB Menjalin Kemitraan dengan Tiga Mitra Strategis untuk Perkuat Ekosistem Ekonomi di Jawa Barat
• 5 jam lalupantau.com
thumb
Pidato Lengkap Prabowo di Hari Bhayangkara Ke-80
• 23 jam laludetik.com
thumb
Preview Portugal vs Kroasia: Martinez Sesumbar, Dalic tak Takut
• 1 jam laluharianfajar
thumb
Bagaimana Perkembangan Kasus Bunuh Diri Dokter Icha di NTT?
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Tragedi Dokter Icha, Kekuasaan, dan Pentingnya Perlindungan Profesi
• 4 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.