Potongan Komisi Ojol 8 Persen Belum Cukup, Driver Soroti Biaya Layanan Aplikator

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menilai biaya layanan dan berbagai jenis potongan lainnya masih mengurangi pendapatan mereka, meski kebijakan penurunan potongan aplikator menjadi 8 persen mulai berlaku pada Rabu (1/7/2026).

Salah seorang pengemudi ojol, Fahmi (30), mengatakan bahwa penurunan potongan aplikator bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi besaran pendapatan yang diterima pengemudi.

Menurut dia, masih terdapat biaya layanan, biaya aplikasi, hingga berbagai jenis potongan lain yang turut mengurangi penghasilan dari setiap perjalanan.

"Yang bikin mahal tuh bukan masalah potongannya, biaya layanannya. Kan biaya aplikasi 1.000 atau 2.000, sisanya itu biaya layanan. Ada yang sampai 3.000, ada yang 4.000," ujar Fahmi kepada Kompas.com di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (1/7/2026).

Baca juga: Komisi Ojol 8 Persen Berlaku, Ada Driver Mengaku Orderan Turun, Ada yang Naik

Pengemudi ojol lainnya, Rezi (bukan nama sebenarnya), mengatakan pelanggan kerap mengira pendapatan pengemudi hanya dipotong komisi aplikator.

Padahal, menurut dia, masih ada berbagai jenis potongan lain yang turut mengurangi penghasilan pengemudi.

"Kalau customer bayar Rp20.000, saya ambil kasarannya nih, dibagi tiga aja, pendapatan driver, aplikator, dan potongan lain kayak layanan. Kalau aplikator ngambil sepertiganya, berarti paling enggak driver menerimanya Rp12.000 sekian. Sisanya baru ke biaya," ucap dia saat ditemui Kompas.com, Rabu.

Ia mencontohkan salah satu perjalanan yang diambilnya dari kawasan Monas, Jakarta Pusat, menuju Pancoran, Jakarta Selatan.

"Kemarin aja saya dari Monas ke Pancoran. Bapaknya bayar Rp47.000, saya cuma dapat Rp32.000," kata Rezi.

Menurut dia, selisih tersebut berasal dari berbagai jenis potongan biaya yang dikenakan dalam perjalanan.

Baca juga: Driver Ojol Minta Tarif Dasar Dinormalkan, Bukan Komisi yang Dipangkas

Senada, Abdi (bukan nama sebenarnya), pengemudi ojol lainnya, mengatakan berbagai jenis potongan biaya lain juga perlu menjadi perhatian pemerintah, bukan hanya potongan aplikator.

"Kalau dia (pemerintah) ngomongin operasional semua aplikasi layanan ojol 8 persen, baru bagus. Ini kan cuma (potongan aplikator) 8 persen doang," ucap dia saat ditemui Kompas.com, Rabu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat pengemudi tetap berada dalam posisi sulit untuk meningkatkan pendapatan.

"Makanya kitanya bingung juga. Enggak dijalanin kita dapur enggak ngebul, dijalanin kitanya melarat, putar otak banget," tambah dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadikan Ojol Pelaku UMKM, Pemerintah Akan Koordinasi dengan Aplikator
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Mahkamah Agung AS Gagalkan Trump Ubah Kewarganegaraan Otomatis
• 12 jam laludetik.com
thumb
Alonzo Brata Bangga Jadi Opener di Konser Indra Lesmana - Sydney Reunion Tour
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Sinopsis SEBENING CINTA SCTV Episode 11, Hari Ini Tabu 1 Juli 2026: Hubungan Makin Memanas, Bimo Pergoki Bening Bersama Banyu
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BPKH pangkas biaya operasional 2026 Rp100,31 miliar jaga dana haji
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.