Fakta Baru Serangan Rudal AS ke Sekolah di Iran yang Bunuh Lebih dari 100 Anak

kompas.tv
12 jam lalu
Cover Berita
Foto yang dirilis pemerintah Iran ini menunjukkan ratusan liang kubur yang dipersiapkan pada Senin (2/3/2026) untuk pemakaman massal ratusan anak sekolah yang menjadi korban serangan AS-Israel di Minab, selatan Iran, Senin (2/3/2026). (Sumber: Departemen Media Asing Iran via AP)

YERUSALEM, KOMPAS.TV - Investigasi mendalam Associated Press (AP) merekonstruksi insiden paling mematikan dalam perang yang dimulai Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Lebih dari 120 hari setelah kejadian, AP menemukan bukti yang mengarah bahwa sedikitnya satu rudal AS menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran, dan menewaskan lebih dari 100 anak.

Hingga kini, pemerintahan Presiden AS Donald Trump belum secara resmi mengakui bertanggung jawab maupun merilis hasil investigasi Pentagon. 

Saat dimintai tanggapan, Trump mengatakan belum membaca laporan tersebut dan menyatakan tidak yakin serangan itu dilakukan oleh militer AS.

"Saya tidak tahu apakah mereka akan bisa menyelesaikan masalah tentang siapa yang salah, karena ada rudal beterbangan di mana-mana. Saya rasa itu bukan kami," ujar Trump.

Baca Juga: Trump Salahkan Iran atas Serangan ke SD Minab, Ahli Amunisi dan Investigasi AS Meragukannya

Menurut AP, belum dipublikasikannya hasil penyelidikan Pentagon serta pemanfaatan tragedi tersebut oleh pemerintah Iran, telah menciptakan kekosongan akuntabilitas bagi keluarga para korban.

Kronologi Pagi Berdarah di Bulan Ramadan

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan. Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh berada di Kota Minab, di bagian tenggara Iran, sekitar 25 kilometer dari Selat Hormuz.

Sekolah tersebut berada di dalam kompleks yang sama dengan pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), meski telah dipisahkan pagar sejak lebih dari satu dekade lalu. 

Menurut AP, sekolah itu didirikan untuk melayani anak-anak dari keluarga yang memiliki keterkaitan dengan IRGC maupun institusi negara lainnya.

Namun, tidak seluruh murid merupakan anak anggota IRGC. Sebagian lainnya berasal dari masyarakat lokal Minab yang mayoritas merupakan etnis Baluch beragama Islam Sunni.

Sekitar pukul 09.40 waktu setempat, serangan udara mulai menghantam Teheran. Menyikapi situasi tersebut, guru dan pihak sekolah menghubungi para orang tua melalui telepon rumah agar menjemput anak-anak mereka lebih awal.

Pada pukul 10.15, media pemerintah Iran mengumumkan penutupan seluruh sekolah di negara itu. Namun sekitar 10 menit kemudian, sejumlah amunisi menghantam kompleks tersebut. 

Baca Juga: Aksi Solidaritas Tragedi Minab, Sineas Iran Produksi Dokumenter Kecam Serangan AS-Israel

Analisis citra satelit yang dikutip AP menunjukkan sedikitnya lima bangunan terkena serangan, sementara ledakan berkekuatan ratusan pon bahan peledak meruntuhkan gedung sekolah.

Korban Didominasi Anak-anak

Usai serangan, warga dan para orang tua bergegas menuju lokasi. Mereka menemukan tas sekolah, gambar buatan anak-anak, pensil warna, serta potongan tubuh korban di antara reruntuhan. Besarnya ledakan membuat banyak jenazah sulit dikenali.

Pada hari yang sama, dokter di rumah sakit setempat memperkirakan sedikitnya 108 jenazah telah dievakuasi. Sehari kemudian, media pemerintah Iran melaporkan jumlah korban tewas meningkat menjadi 168 orang.

Sementara itu, lembaga pemantau konflik, Airwars, menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk memverifikasi identitas para korban melalui berbagai sumber terbuka. 

Airwars berhasil mengidentifikasi 157 korban tewas, terdiri atas 123 anak berusia maksimal 13 tahun dan 34 orang dewasa. 

Dari korban dewasa tersebut, 26 merupakan staf sekolah, termasuk seorang guru yang sedang hamil, sedangkan lima lainnya adalah orang tua murid yang masing-masing kehilangan sedikitnya satu anak. 

Airwars memperkirakan jumlah korban tewas berkisar antara 157 hingga 168 orang, sementara korban luka mencapai 95 hingga 111 orang.

Tiga hari setelah pengeboman, pemerintah Iran menggelar pemakaman massal di Minab. 

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Associated Press

Tag
  • serangan rudal as
  • perang as iran
  • tragedi minab
  • AS serang sekolah
  • AS serang sekolah iran
  • Minab
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Masih Periksa Bupati dan Sekda Kuansing Usai Serahkan Diri di OTT
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Penggerak Perusak Rumah Nenek Elina Divonis 3 Tahun 10 Bulan
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
5 Pembalap dengan Kemenangan Terbanyak di Sejarah MotoGP-Dunia Olahraga
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Arus Penumpang di Bandara Minangkabau Terimbas Harga Tiket
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pemprov Kaltara Pacu Usulan DAK 2027, Batas Akhir 10 Juli 2026
• 9 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.