Kolaborasi Seluruh Pihak Dibutuhkan dalam Menjaga Lingkungan dan Mengelola Sampah

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kolaborasi strategis dengan Indonesia Sustainability Movement (Inamove) untuk memperkuat gerakan keberlanjutan di Indonesia, terutama terkait isu lingkungan dan pengelolaan sampah. Kerja sama tersebut diapresiasi Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat. 

Menurut Jumhur, penyelesaian persoalan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. "Tetapi membutuhkan partisipasi dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga masyarakat luas," kata Jumhur melalui keterangan tertulis Kamis, 2 Juli 2026.

Jumhur mengatakan pemerintah tengah menyiapkan Gerakan Pertobatan Nasional Ekologis yang akan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Hal itu untuk memperbaiki tata kelola lingkungan hidup di Indonesia.

"Saya bersyukur UNJ memulai waste management di dalam kampusnya sendiri. Dalam waktu dekat kita akan launching dan mengundang juga teman-teman kampus. Kita mau melakukan pertobatan nasional ekologis," ujar Jumhur.

Baca Juga :

Keberlanjutan Dinilai Harus Menjadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
Adapun kerja sama UNJ bersama Inamove diarahkan pada pengembangan penelitian, pelatihan, publikasi ilmiah, seminar, hingga solusi nyata dalam pengelolaan sampah dan isu lingkungan.

Rektor UNJ Prof. Dr. Komarudin mengatakan kampusnya menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Sebab, sejalan dengan visi UNJ dalam membangun ekosistem pendidikan yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.

"Ketika Inamove menawarkan kerja sama untuk ide-ide keberlanjutan, itu kami langsung terima dengan baik. Kami langsung koordinasikan dengan unit-unit yang ada di kita karena ini sesuai dengan visi misi UNJ," ujar Komarudin melalui keterangan tertulis, Rabu, 1 Juli 2026.

Kolaborasi itu diperkenalkan dalam Forum Akademik Memetakan Solusi Darurat Sampah Indonesia yang berlangsung di Gedung Dewi Sartika, Universitas Negeri Jakarta, Jakarta Timur, Rabu, 1 Juli 2026. Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 26 Juni 2026. 

Ilustrasi. Foto: Medcom.id.

Berdasarkan dokumen tersebut, kerja sama UNJ dan Inamove secara khusus mencakup bidang penelitian, pelatihan, publikasi, dan seminar sebagai upaya memperkuat pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus implementasi program keberlanjutan di Indonesia. Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Komarudin bersama Chairman Inamove Rahmat Hidayat Pulungan.

Menurut Komarudin, UNJ memiliki sumber daya akademik yang memadai untuk mendukung berbagai program tersebut. Di antaranya melalui Program Studi Manajemen Lingkungan, Pendidikan Lingkungan, dan Pendidikan Kependudukan serta Lingkungan Hidup (PKLH).

Ia juga mengungkapkan bahwa UNJ baru saja meresmikan Waste Management Center dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Hal itu sebagai bagian dari komitmen kampus dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan.

Komarudin berharap kolaborasi dengan Inamove tidak berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi berkembang menjadi berbagai program konkret bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan para pemangku kepentingan lainnya.

"Harapan kami kegiatan ini tidak hanya sampai di sini. Ada kelanjutan-kelanjutan. Kerja sama lebih luas dengan Kementerian Lingkungan Hidup," ujar Komarudin.

Sementara itu, inisiator sekaligus Chairman Inamove Rahmat Hidayat Pulungan menjelaskan Inamove lahir sebagai gerakan kolaboratif untuk menjawab berbagai tantangan keberlanjutan yang dihadapi Indonesia. Ia menyebut Inamove digagas oleh 17 rektor, didukung ratusan guru besar, tokoh lintas agama, akademisi, serta kalangan profesional dari berbagai sektor strategis.

"Wadah pergerakan ini diinisiasi oleh 17 rektor dan ratusan guru besar, para pemuka agama lintas agama, serta kalangan profesional dari banyak sektor industri strategis," ujar Rahmat.

Rahmat menegaskan gerakan tersebut didedikasikan untuk generasi muda Indonesia. Sehingga, pembangunan saat ini tidak meninggalkan persoalan lingkungan bagi generasi mendatang.

"Kita tidak boleh mewariskan masalah dan bencana untuk generasi yang akan datang. Mereka adalah generasi yang akan menavigasi Indonesia masa mendatang sekaligus menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari setiap keputusan yang diambil hari ini," ujar Rahmat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Relatif Stabil, Program Rumah Subsidi Prabowo Makin Dilirik Swasta
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pertamina-Pupuk Indonesia Kolaborasi untuk Ketahanan Energi dan Pangan
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Prabowo Sebut Indonesia dalam Transformasi Menuju Negara Modern dan Makmur
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Pemkab Cianjur Minta Kemlu Bantu Pemulangan PMI Bermasalah di Libya, Bekerja tanpa Dibayar
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Surplus Perdagangan Sulsel Amblas 54,62% per Mei 2026, Impor Terus Meroket
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.