Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Jakarta Utara memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat sebagai mitra strategis dalam edukasi dan penguatan ketahanan sosial.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Pencegahan, Peredaran, Penanggulangan, dan Penyalahgunaan Narkotika yang diikuti 100 peserta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna, organisasi kepemudaan (OKP), serta organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Jakarta Utara.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Rabu, mengatakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.
"Upaya penanggulangan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi, serta melibatkan seluruh unsur," kata Hendra menambahkan.
Ia menegaskan penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus masa depan bangsa.
"Kita harus bersama-sama memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba," ujarnya.
Hendra berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan edukasi, melakukan sosialisasi, serta memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengajak peserta menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai positif, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkotika.
"Melalui kreativitas dan kedekatan dengan masyarakat, mari kita bersama melindungi generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif," katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jakarta Utara, Muhammad Reza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ia berharap informasi mengenai bahaya narkotika dapat tersampaikan secara luas sehingga masyarakat tidak terjerumus dalam penyalahgunaannya.
"Generasi muda diharapkan dapat menjadi penerus bangsa yang sehat, berkualitas, serta mampu mewujudkan lingkungan masyarakat Jakarta yang bersih dari penyalahgunaan narkotika," kata Reza.
Baca juga: Peredaran Etomidate dominasi pengungkapan narkoba di Polres Priok
Baca juga: Polrestro Jakut tangkap bandar narkoba di kawasan Kampung Bahari
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Peningkatan Pencegahan, Peredaran, Penanggulangan, dan Penyalahgunaan Narkotika yang diikuti 100 peserta dari Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Karang Taruna, organisasi kepemudaan (OKP), serta organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Jakarta Utara.
Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat di Jakarta, Rabu, mengatakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan seluruh unsur, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat.
"Upaya penanggulangan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dilaksanakan secara terpadu, terkoordinasi, serta melibatkan seluruh unsur," kata Hendra menambahkan.
Ia menegaskan penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius yang dapat merusak masa depan generasi muda sekaligus masa depan bangsa.
"Kita harus bersama-sama memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba," ujarnya.
Hendra berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan edukasi, melakukan sosialisasi, serta memperkuat ketahanan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia juga mengajak peserta menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai positif, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendorong generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkotika.
"Melalui kreativitas dan kedekatan dengan masyarakat, mari kita bersama melindungi generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif," katanya.
Sementara itu, Kepala Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jakarta Utara, Muhammad Reza Pahlevi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Ia berharap informasi mengenai bahaya narkotika dapat tersampaikan secara luas sehingga masyarakat tidak terjerumus dalam penyalahgunaannya.
"Generasi muda diharapkan dapat menjadi penerus bangsa yang sehat, berkualitas, serta mampu mewujudkan lingkungan masyarakat Jakarta yang bersih dari penyalahgunaan narkotika," kata Reza.
Baca juga: Peredaran Etomidate dominasi pengungkapan narkoba di Polres Priok
Baca juga: Polrestro Jakut tangkap bandar narkoba di kawasan Kampung Bahari





