Seminggu setelah rentetan dua gempa bumi dahsyat mengguncang Venezuela, jumlah korban tewas kini dilaporkan telah melampaui 1.900 jiwa. Tim penyelamat dari dalam negeri maupun internasional saat ini masih memusatkan tenaga untuk mencari para korban yang terjebak di bawah reruntuhan.
Berdasarkan rekaman drone pada Selasa 30 Juni 2026 lalu, proses evakuasi masif tengah berlangsung di kawasan Caraballeda, negara bagian La Guaira. Berbagai alat berat, termasuk ekskavator, dikerahkan tanpa henti untuk menyingkirkan puing-puing beton dan baja dari struktur bangunan yang hancur lebur.
41 Ribu Orang Masih Dalam Pencarian
Dikutip dari Metro Hari Ini, Metro TV, proses penggalian dan evakuasi dipacu secepat mungkin mengingat tim di lapangan memperkirakan masih ada banyak jenazah dan korban yang tertimbun reruntuhan gedung. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 41.000 orang dinyatakan masih dalam pencarian.
Baca Juga :
Tim Penyelamat dari Venezuela dan Qatar Tingkatkan Upaya Pencarian KorbanSelain upaya evakuasi, tragedi alam ini turut melumpuhkan infrastruktur esensial, terutama sektor kesehatan. Tim medis harus berjibaku menyelamatkan nyawa korban luka di tengah kondisi fasilitas rumah sakit yang rusak dan krisis tenaga kesehatan. Otoritas setempat menyatakan sistem perawatan kesehatan Venezuela yang terbatas kini tengah diupayakan beroperasi dengan kapasitas maksimal.
Pengungsian Darurat Membeludak
Kerusakan fisik yang masif akibat guncangan gempa kembar ini juga mengakibatkan lebih dari 15.000 warga Venezuela terdampak kehilangan tempat tinggal.
Kondisi para penyintas semakin memprihatinkan lantaran kapasitas tenda pengungsian darurat sudah tidak memadai untuk menampung seluruh korban. Akibatnya, ribuan warga terpaksa bermalam dan tidur di dalam kendaraan mereka, di area taman, serta ruang terbuka lainnya di tengah ketidakpastian proses pemulihan pascabencana.




