Wall Street Turun, Nasdaq Tertekan usai Aksi Ambil Untung Saham Semikonduktor

katadata.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Indeks Wall Street Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada perdagangan Rabu (2/7) dini hari WIB. Dow Jones Industrial Average sempat mencetak rekor tertinggi intraday sebelum berbalik melemah, sedangkan indeks Nasdaq Composite tertekan akibat aksi ambil untung di saham-saham semikonduktor.

Dow Jones ditutup turun tipis 13,96 poin atau 0,03% ke level 52.305,24. Sebelumnya, indeks yang berisi 30 saham unggulan tersebut sempat menyentuh rekor intraday di 52.742,66. Namun, kenaikan itu hanya sebentar usai saham Caterpillar anjlok hampir 7%.

Sementara itu, indeks S&P 500 turun 0,22% ke level 7.483,23. Adapun Nasdaq Composite melemah lebih dalam sebesar 0,66% ke 26.040,03 setelah investor merealisasikan keuntungan pada saham-saham produsen chip yang telah melesat lebih dari 80% sepanjang semester I 2026.

Saham Micron Technology merosot lebih dari 10%, meski secara year-to-date masih menguat lebih dari 260%. Sedangkan saham Sandisk juga turun lebih dari 10%, tetapi masih naik lebih dari 750% sepanjang 2026. Di sisi lain, saham Nvidia dan Broadcom masing-masing melemah sekitar 1% dan 2% pada perdagangan tersebut.

Pendiri sekaligus CEO KKM Financial, Jeff Kilburg, menilai fenomena great rotation akan berlanjut pada kuartal III. Menurutnya, arus dana mulai beralih dari aksi ambil untung di saham-saham teknologi menuju saham-saham blue chip di indeks Dow Jones Industrial Average yang selama ini dianggap lebih defensif.

“Ini sangat sehat dan menegaskan semakin luasnya cakupan pasar saham untuk pasar bullish yang terus berlanjut ini di tahun keempatnya,” ucap Kilburg dikutip CNBC International, Kamis (2/7). 

Pergerakan tersebut terjadi setelah bursa saham Amerika Serikat membukukan kinerja solid sepanjang semester I 2026. Dow Jones Industrial Average menguat 8,9% dan mencatatkan performa paruh pertama terbaik sejak 2021. 

Sementara itu, S&P 500 naik 9,6%, sedangkan Nasdaq Composite menguat 12,8%. Adapun Russell 2000 melonjak hampir 22%, menjadi kinerja semester pertama terbaik sejak 1991.

Di tengah tekanan pada saham semikonduktor, sejumlah saham teknologi berkapitalisasi besar berhasil membatasi pelemahan Nasdaq.

Saham Meta Platforms melesat hampir 9% setelah mengumumkan rencana memasuki bisnis layanan cloud dan menjual kapasitas komputasi berlebih. Hal itu dinilai dapat membuka sumber pendapatan baru. Sementara itu, saham Microsoft naik 3% dan Apple menguat hampir 2%.

Pelaku pasar juga mencermati arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Dalam pidatonya di konferensi European Central Bank di Portugal, Ketua Kevin Warsh belum memberikan sinyal mengenai keputusan suku bunga pada rapat bulan ini.

Meski demikian, ia mengatakan tekanan harga masih berada pada level yang terlalu tinggi, sehingga tetap menjadi perhatian bagi bank sentral.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Resmi! Duet Jorge Martin dan Ai Ogura Jadi Andalan Yamaha di MotoGP 2027
• 14 jam laludisway.id
thumb
Presiden di HUT ke-80 Bhayangkara: Polri Harus Menjadi Penjaga Demokrasi
• 17 jam lalukompas.id
thumb
SPK Minta MK Tafsirkan Gaji Pokok Dosen Minimal Setara Upah Minimum demi Perlindungan Penghasilan
• 7 jam lalupantau.com
thumb
80 Tahun Polri: Harus Lindungi Publik, Tinggalkan Paradigma Kolonial
• 2 jam lalukompas.com
thumb
5 HP Flagship yang Tetap Ngebut Dipakai hingga 5 Tahun, Layak Jadi Investasi Jangka Panjang
• 7 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.