JAKARTA, KOMPAS.com - Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi panggung bagi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk memamerkan sederet capaian Polri sepanjang 2026.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Sigit mengeklaim keberhasilan institusinya mulai dari pemberantasan narkoba, judi online, dan kejahatan di sektor energi, hingga dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, serta penanganan terorisme.
Dalam amanatnya di Lapangan Satuan Latihan (Satlat) Brimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), Sigit mengatakan berbagai capaian tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan sekaligus mengawal program-program strategis pemerintah.
Baca juga: Kapolri: Tak Ada Gading yang Tak Retak, Kritik Jadi Cermin untuk Berbenah
Berikut sejumlah capaian yang dipaparkan Kapolri dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Selamatkan Rp 756 miliar dari kejahatan migasSigit mengatakan Polri berhasil mengungkap 464 tindak pidana di sektor energi sepanjang 2026.
Dari pengungkapan itu, polisi menetapkan 594 tersangka.
Selain itu, polisi menyita berbagai barang bukti berupa 669.000 liter solar, 80.000 liter Pertalite, hingga sekitar 30.000 tabung LPG berbagai ukuran.
"Sepanjang tahun 2026, kami telah mengungkap 464 tindak pidana bidang energi, menetapkan 594 tersangka, serta menyita berbagai barang bukti seperti 669 ribu liter solar, 80 ribu liter pertalite, hingga 30 ribu unit LPG berbagai ukuran," ujar Sigit.
Baca juga: 80 Tahun Polri: Harus Lindungi Publik, Tinggalkan Paradigma Kolonial
Menurut dia, pengungkapan kasus tersebut berhasil menyelamatkan potensi kerugian keuangan negara lebih dari Rp 756 miliar.
Salah satu perkara yang disorot ialah pengungkapan penyalahgunaan pengangkutan 120.000 liter biosolar bersubsidi.
Dalam kasus itu, polisi menyita satu kapal tanker, dua kapal SPOB, dan tujuh truk pengangkut.
Satgas Pangan kawal stabilitas hargaSelain penegakan hukum di sektor energi, Sigit menyebut Satgas Pangan Polri turut berperan menjaga ketersediaan bahan pokok dan stabilitas harga.
Menurut dia, Satgas Pangan juga berupaya memutus rantai distribusi yang merugikan petani sehingga harga jual hasil panen tetap terjaga.
"Sehingga dapat menjaga harga jual di tingkat petani, serta mengungkap berbagai tindak pidana terkait komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, LPG dan BBM bersubsidi," kata Sigit.
Baca juga: 80 Tahun Polri: Survei Positif, Tuntutan Perbaikan Kinerja Makin Tinggi
Ia menambahkan, Polri juga terus mengawal berbagai program pemerintah, termasuk upaya mewujudkan swasembada energi, peningkatan gizi masyarakat, konektivitas antarwilayah, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan hak-hak pekerja.





