jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemhan) meniadakan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Hal demikian seperti disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait pada Kamis (2/7).
BACA JUGA: Gandeng Kemenkes, Kemhan Bentuk Tim Investigasi Kasus Tewasnya 5 Manajer Kopdes
Menurut Rico, peniadaan Latsarmil setelah Kemhan melaksanakan evaluasi dan penyesuaian terhadap program pelatihan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP.
"Nah, sebagai bagian dari evaluasi tersebut, format kegiatan yang sebelumnya dikenal sebagai Latsarmil tidak lagi dilaksanakan dalam bentuk sebelumnya," kata dia, Kamis.
BACA JUGA: PYC, Kemhan dan RSIS Berkolaborasi Strategis untuk Tingkatkan Kapasitas Kepemimpinan TNI
Rico mengatakan saat ini pelatihan bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP ditujukan ke kegiatan pembekalan bela negara dan manajerial.
"Kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial," ujarnya.
Namun, jenderal bintang satu itu meyebut kegiatan bela negara bagi calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP bukan untuk membentuk peserta menjadi prajurit atau Komcad.
"Bukan untuk membentuk peserta jadi prajurit ataupun komcad melainkan membangun karakter disiplin, kepemimpinan, wawasan kebangsaan, tanggung jawab, kerja sama serta kesiapan manajerial sebagai calon pengelola koperasi," kata Rico.
Dia menuturkan prinsip utama dari seluruh penyesuaian ini ialah keselamatan dan kesehatan peserta.
"Namun demikian esensi pembekalan tetap dijaga, yaitu membentuk calon pengelola koperasi yang berkarakter, berintergritas, disiplin memiliki jiwa kepemimpinan, semangat bela negara, serta siap mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.
Diketahui, evaluasi Kemhan itu dilakukan setelah kabar lima calon manajer Kopdes Merah Putih dan KNMP meninggal dunia saat ikut Latsarmil.
Mereka yang meninggal dunia ialah Yonanda Muhammad Taufiq (pada 17 Juni 2026), Anisa Muyassaroh (pada 18 Juni 2026), Novia Rahmadhani Sihotang (pada 22 Juni 2026), Muhammad Rifki Renaldi Gunawan (pada 26 Juni 2026), dan Nola Dya Sari (pada 26 Juni 2026). (ast/jpnn)
Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Aristo Setiawan




