Kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kemenekraf untuk Konten Kreator Indonesia

kompas.id
16 jam lalu
Cover Berita

Pesatnya perkembangan teknologi dengan kecerdasan buatan melahirkan pertanyaan, apakah konten kreator akan tergantikan? Pertanyaan tersebut mungkin membuat jutaan konten kreator cemas. Namun, saat ini kecerdasan buatan atau AI seharusnya sudah bukan lagi menjadi ancaman jika para konten kreator menjadikan AI sebagai alat untuk membuka akses dan melahirkan peluang untuk jauh lebih kreatif.

Martina Bunga Salsa (23), konten kreator di salah satu agensi media sosial di Bali, mengaku jika klien perusahaan mereka justru enggan menggunakan karakter AI dalam konten visual, terutama video. Jadi, ia sama sekali tidak khawatir AI akan merebut pekerjaannya.

Di perusahaannya, kata Martina, AI dipakai pada tiga bidang antara lain, copywriting, visual, dan audio. Untuk copywriting, kecerdasan buatan biasanya digunakan untuk merapikan tata bahasa atau mencari contoh rencana strategi.

”Kalau audio dan visual itu juga ada bagiannya yang menggunakan kecerdasan buatan, tapi bukan membuat karakter fiksi. Kalau kami setiap detik memang berdekatan sama AI,” ungkap Martina, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Martina bercerita, ia pernah mengalami masalah audio saat membuat konten video. AI digunakan untuk membuat suara jadi lebih jelas dan bersih sehingga tidak perlu mengulang adegan lagi dengan talent atau selebgram yang dipakai.

Ia mengaku, dalam tiga bulan sekali selalu ada diskusi dan berbagi informasi terkait penggunaan kecerdasan buatan di kantornya. ”Jadi selain belajar sendiri, ada juga yang kami anggap sudah expert bisa sharing,” ungkapnya.

Martina mengatakan, kekhawatiran AI akan menggantikan manusia akan tetap ada, namun ia yakin kecerdasan buatan hadir justru untuk menguatkan konten yang dibuat. ”Karena, sepintar-pintarnya AI gak bisa ngasih human taste atau emotionally connected sama target audience,” ujarnya.

Kecerdasan buatan kini tidak lagi dipandang sebagai ancaman. Hal itu juga yang membuat Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) RI berkolaborasi untuk memperluas akses dan membuka peluang yang lebih merata bagi para kreator di seluruh Indonesia.

Kolaborasi strategis ketiga pihak itu bertujuan membantu generasi muda dan pelaku ekonomi kreatif mengubah ide menjadi peluang ekonomi nyata, seiring meningkatnya adopsi AI di Indonesia. Kolaborasi itu kemudian melahirkan kegiatan pengembangan keterampilan digital dan perluasan peluang monetisasi bagi kreator lokal.

Melalui kolaborasi ini, Indosat akan menyediakan akses gratis Adobe Express Premium selama enam bulan bagi hampir 100 juta pelanggan IM3 dan Tri. Program ini diperkuat melalui platform pemberdayaan generasi muda milik Indosat, GENSi (Generasi Terkoneksi), yang menargetkan jangkauan lebih dari 15.000 anak muda pada tahun 2026.

President Director dan Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan, kolaborasi ini dirancang untuk membantu generasi kreatif Indonesia mengembangkan potensinya melalui dukungan teknologi dan ekosistem yang tepat. Apalagi, berdasarkan proyeksi, pemanfaatan AI berpotensi memberikan dampak ekonomi hingga 366 miliar dolar AS bagi Indonesia pada 2030.

Walakin, kata Vikram, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan jika masyarakat memiliki akses yang setara terhadap perangkat, keterampilan, dan pasar. Hal itu, menurutnya, bisa dicapai dengan menggabungkan kekuatan AI, kreativitas, dan kolaborasi multipihak.

”Kami ingin membantu generasi kreator berikutnya mengembangkan potensi mereka secara maksimal dan memberikan dampak nyata bagi diri mereka sendiri maupun komunitas di sekitarnya,” ucap Vikram.

Penggunaan Adobe dapat menghilangkan hambatan awal bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan teknologi kreatif berbasis AI. Apalagi Adobe Premium sudah dikenal sebagai standar industri yang digunakan untuk mengedit, menyusun, dan memproduksi visual dan audio.

Dari sisi teknologi dan pengembangan kapasitas, Adobe menghadirkan investasi untuk memperluas akses terhadap perangkat kreatif berbasis AI, pelatihan keterampilan, dan program monetisasi kreator.

Global Head of Marketing and Partnerships Adobe Express Parimal Deshpande menjelaskan, akses terhadap teknologi harus dibarengi dengan akses terhadap pembelajaran yang inklusif. Adobe Digital Academy yang diakses gratis dapat mencapai harapan konten kreator.

”Adobe Digital Academy sudah melokalisasi seluruh materi pembelajaran ke dalam Bahasa Indonesia agar lebih mudah diakses. Ini akan mengubah hambatan jadi peluang,” kata Parimal.

Parimal menambahkan, ada tiga inisiatif utama untuk mewujudkan komitmen tersebut, yakni akses gratis Adobe Express Premium, pelatihan berbasis keterampilan melalui Adobe Digital Academy dalam Bahasa Indonesia, serta peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

Melalui program ini, imbuh Parimal, kreator dapat membuat dan memperoleh penghasilan dari template yang mereka kembangkan. Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang dipilih Adobe untuk menjalankan program monetisasi kreator tersebut.

President Japan Asia Pacific (JAPAC) Adobe Ben Goodman menilai, Indonesia dipilih karena ekosistem ekonomi kreatifnya begitu besar. Menurut data yang ia himpun, Indonesia melibatkan setidaknya 27,4 juta orang dalam ekonomi kreatif.

”Kami percaya kolaborasi ini menjadi fondasi yang luar biasa untuk membawa kreativitas dan inovasi Indonesia ke kancah global,” kata Goodman.

Menurut Goodman, kolaborasi tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Indosat menyediakan akses dan konektivitas, Adobe menghadirkan perangkat, pelatihan, serta jalur monetisasi, sementara pemerintah memperkuat ekosistem dan memperluas jangkauan program melalui inisiatif Ekraf Creates Harmony on Education Sector atau ECHOES.

Baca JugaMenteri Ekraf Janjikan Pelatihan Digital di Sekolah Rakyat

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing ekonomi kreatif nasional. Melalui program ECHOES, Kemenekraf akan memperluas literasi ekonomi kreatif, pemanfaatan AI, dan pengembangan keterampilan digital di sekolah serta kampus di berbagai daerah.

”Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, mereka yang akan unggul bukan mereka yang paling besar, tetapi mereka yang paling adaptif,” ujar Riefky.

Riefky menambahkan, kolaborasi ini dipercaya akan membentuk ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dari membuat konten sampai meraup cuan atau monetisasi.

Peneliti di Pusat AI Institut Teknologi Bandung Ayu Purwarianti mengungkapkan, semua pengguna AI, termasuk pengembang, harus patuh terhadap etika kecerdasan buatan beserta prinsip-prinsipnya. Seperti etika penggunaan AI yang disusun Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Prinsip-Prinsip AI OECD merupakan standar antarpemerintah dari 38 negara maju, dan merupakan kebijakan pertama tentang kecerdasan buatan. Prinsip-prinsip ini diadopsi pada 2019 dan diperbarui pada 2024 lalu. Prinsip AI ini terdiri dari lima prinsip berbasis nilai dan lima rekomendasi yang memberikan panduan praktis serta fleksibel bagi para pembuat kebijakan dan aktor AI.

Menurut Ayu, dalam penggunaan AI, pengguna perlu melakukan pengecekan terhadap hasil penelusuran. Lalu, perlu meminta izin jika kecerdasan buatan dibuat dengan suara dan kemiripan wajah sesorang. Memastikan AI tidak melanggar hak cipta, tidak mengandung diskriminasi, dan memastikan AI tidak memicu trauma atau menormalisasikan perilaku berbahaya.

Untuk itu, lanjut Ayu, pelatihan terhadap penggunaan AI amat penting untuk konten kreator sehingga tidak melanggar etika dan prinsip kerja dari AI. ”Pengguna juga harus transparan sehingga menyertakan informasi tentang AI tools yang digunakan,” tuturnya.

Baca JugaKonten Kreator atau Jurnalisme Warga Tetap Perlu Rambu-rambu Etika


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mitsubishi Hidupkan Lagi Fitur Ikonik Pajero di Generasi Terbaru
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Di Balik Suara Don di Jumbo, Prince Poetiray Tumbuh Berkat Dukungan Orang Tua
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Bongkar Kasus Aplikasi Absensi Ilegal, 9 Guru ASN di Brebes Jadi Tersangka | SAPA MALAM
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Media Asing Warning: Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim Bisa Bikin Investor Kabur
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Tak Hanya Sandy Walsh, Persib Bandung Umumkan Perekrutan Winger Timnas Bosnia Luka Menalo untuk Musim Depan
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.