MAKASSAR, KOMPAS.TV - Aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Manggala bersama Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengungkap dugaan penculikan remaja perempuan berinisial LR (16) di Kota Makassar yang ternyata merupakan rekayasa korban sendiri.
Dalam aksinya, LR mengirim pesan seolah-olah menjadi korban penculikan dan meminta uang tebusan Rp5 juta kepada keluarganya sebelum akhirnya ditemukan polisi di sebuah wisma di Kecamatan Panakkukang.
Kapolsek Manggala Kompol Semuel Tolongan mengatakan pengungkapan tersebut bermula setelah keluarga melaporkan dugaan penculikan melalui layanan darurat 110 Polri karena LR tidak kunjung pulang ke rumah pada Minggu malam.
"Anak ini meninggalkan rumah dan menitipkan kunci kepada tantenya. Namun, karena tidak kunjung pulang, tantenya mulai gelisah," kata Semuel, Selasa (30/6/2026).
Menurut dia, tidak lama kemudian keluarga menerima pesan singkat yang menyebut LR telah diculik. Pesan tersebut disertai rekaman suara tangisan korban dan permintaan uang tebusan sebesar Rp5 juta.
Baca Juga: Remaja di Makassar Rekayasa Penculikan, Minta Tebusan Rp5 Juta ke Keluarga | BERUT
"Masuk chat yang menyebut anak itu diculik. Ditambah lagi ada pesan suara yang berisi tangisan, kemudian disebutkan penculik meminta uang tebusan," ujarnya.
Berbekal laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan hingga menemukan LR berada di sebuah wisma di Jalan Topaz, Kecamatan Panakkukang, pada Senin dini hari.
"Dari hasil interogasi, perempuan LR mengaku berbohong. Dia tidak diculik, tetapi merekayasa kejadian tersebut seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan," kata Semuel.
Sering Dimarahi Jadi PemicuSemuel mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan rekayasa tersebut dilakukan karena LR mengaku sering dimarahi oleh tantenya.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Makassar
- Penculikan
- Polsek Manggala
- Polda Sulawesi Selatan
- Remaja
- Call Center 110





