JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Nezar Patria mengungkapkan bahwa angka kerugian akibat penipuan digital di Indonesia mencapai sekitar Rp 7,5 triliun.
Pemerintah mendorong penguatan pelindungan konsumen digital melalui kerja sama dengan pelaku industri dan pengembangan sistem anti-scam di sektor telekomunikasi dan layanan digital.
"Angka scam naik terus. Kemarin total kerugian akibat spam dan scam mencapai Rp7,5 triliun berdasarkan laporan dari Global Anti-Scam Alliance," kata Nezar dalam audiensi dengan Kaspersky, dikutip dari keterangan pers, Kamis (2/7/2026).
Baca juga: 48 Persen Anak Usia 8-17 Tahun Kena Penipuan Online
Menurut dia, angka kerugian tersebut memprihatinkan, terlebih jika para lansia yang menjadi korban scam lewat teknologi kecerdasan artifisial (AI).
"Para lansia kasihan. Banyak sekali yang kena scam dan spam. Scam yang paling bahaya dengan menelepon sebagai orang lain," kata dia.
Nezar mengatakan, teknologi semakin canggih karena bisa meniru suara orang bahkan meniru suara-suara pejabat pakai AI.
"Dia tik teksnya, terus tinggal diputar ulang," kata Nezar.
Baca juga: Polda Metro Tangani 1.951 Kasus Penipuan Online Sepanjang 2025, Kerugian Capai Rp 929 Miliar
Untuk itu, pemerintah tengah mendorong seluruh perusahaan telekomunikasi untuk mengimplementasikan fitur anti-scam agar dapat melindungi para konsumen.
"Kami mendorong agar seluruh perusahaan telekomunikasi melindungi para konsumen dengan mengimplementasikan fitur anti-scam, baik dalam bentuk aplikasi atau bentuk lain," tutur dia.
Nezar menuturkan, para perusahaan telekomunikasi dapat melakukan asesmen mandiri untuk memilih langkah implementasi yang sesuai dengan model bisnis masing-masing.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang