Trauma Korban Penyekapan di Jakpus: Ganti Uang atau Pangan Patah

liputan6.com
19 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Tegar mengaku masih trauma usai mengalami penyekapan dan penyiksaan selama bekerja di sebuah percetakan di Jakarta Pusat. Hal itu diungkapkannya saat dijenguk Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, Rabu (1/7/2026) kemarin.

Tegar kemudian menceritakan duduk perkara yang membuatnya mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Dia awalnya dituduh mengambil limbah pelat cetak sebanyak 10 kali di tempatnya bekerja.

Advertisement

BACA JUGA: Said Iqbal Ajak Korban Penyekapan Kerja di Kantornya, Segini Gajinya

“Awalnya saya dituduh mencuri limbah pelat cetak. Setelah itu saya mengalami kekerasan bersama teman-teman saya dan kemudian langsung dibawa ke rumah dan dipermalukan di depan warga sekitar,” kata Tegar.

Dalam perkara ini, terdapat tiga korban penyekapan yakni Tegar Saputra, Adit Saputra, dan Rafly Jaelani.

Tegar mengungkap pihak perusahaan meminta uang ganti sebesar Rp50 juta kepada masing-masing korban. Padahal, lembah pelat yang diambil hanya berkisar harga senilai Rp200 ribu.

Dia pun tak menampik bahwa dirinya memang mengambil limbah pelat tersebut lantaran sedang membutuhkan uang untuk kebutuhan keluarganya yang sedang sakit.

“Saat itu saya memang sedang membutuhkan uang untuk keperluan keluarga yang sedang sakit,” ucapnya.

Dia  juga membantah tuduhan bahwa dirinya berulang kali mengambil limbah pelat cetak.

Ia mengaku mendapat ancaman kekerasan apabila tidak mampu membayar uang yang diminta perusahaan.

“Adik pemilik perusahaan, Albert, mengancam kalau saya tidak membayar Rp50 juta maka tangan saya akan dipatahkan. Teman-teman saya juga mendapat ancaman yang sama,” ungkapnya.

Tegar menyebut dirinya bekerja sebagai pekerja lepas selama sekitar dua tahun di perusahaan percetakan tersebut dengan gaji Rp500 ribu per bulan tanpa BPJS Ketenagakerjaan.

“Kalau sakit atau membutuhkan biaya pengobatan, saya tanggung sendiri,” ujarnya.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fariz RM Tak Gentar Dilaporkan Balik Syahravi
• 15 jam lalutabloidbintang.com
thumb
LPPOM: Pelaku Usaha Lebih Butuh Kepastian Regulasi Halal daripada Relaksasi
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Vietnam Siapkan Wajah Baru untuk Piala AFF 2026: Trio Naturalisasi Brasil Siap Hantam Timnas Indonesia
• 17 jam lalubola.com
thumb
CIMB Niaga Lepas Target OCTO Jadi Super App, Fokus Layanan Investasi
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Gerindra Sayangkan Kadernya, Bupati Purwakarta Bikin Lagu Rendahkan Perempuan: Kenapa Bisa?
• 13 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.