Puluhan Guru di Kota Kediri Ikuti Pelatihan SPAB, Perkuat Kesiapsiagaan Bencana di Sekolah

beritajatim.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kediri (beritajatim.com) – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di lingkungan sekolah terus diperkuat Pemerintah Kota Kediri melalui Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Kediri di Aula RA Kartini, membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mitigasi serta penanganan bencana di satuan pendidikan.

Pelatihan yang diikuti 15 perwakilan guru dari berbagai sekolah di Kota Kediri tersebut merupakan bagian dari implementasi program Kementerian Pendidikan untuk membangun budaya sadar bencana di lingkungan pendidikan. Selain memahami konsep mitigasi, peserta juga diajak menyusun langkah-langkah penanganan bencana yang dapat diterapkan sesuai kondisi dan potensi risiko di sekolah masing-masing.

Salah satu peserta, Edo Rahmat, guru SMAN 8 Kediri, mengaku pelatihan tersebut menjadi pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah memperoleh materi khusus mengenai pencegahan maupun mitigasi bencana di lingkungan sekolah.

“Materi ini sangat bermanfaat karena kami menjadi lebih siap menyampaikan edukasi kepada siswa ketika terjadi bencana. Kami juga belajar memetakan potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di sekolah sehingga dapat menentukan langkah pencegahan maupun penanganannya,” ujarnya.

Menurut Edo, materi mengenai pemetaan ancaman bencana menjadi bagian yang paling penting karena menjadi dasar dalam menyusun strategi mitigasi di sekolah. Dengan mengetahui potensi risiko yang ada, sekolah dapat merancang prosedur yang tepat apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

Ia mengakui kesiapsiagaan bencana di sekolahnya masih perlu ditingkatkan. Selama ini perhatian terhadap aspek tersebut belum menjadi prioritas sehingga sarana pendukung masih terbatas, salah satunya baru tersedia Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Sepulang dari pelatihan, Edo berencana menyampaikan hasil pembelajaran kepada kepala sekolah dan jajaran manajemen sebagai dasar penyusunan program kesiapsiagaan bencana. Langkah tersebut meliputi identifikasi kebutuhan fasilitas, pembentukan sistem penanganan darurat, hingga penyusunan program mitigasi secara bertahap.

Ia juga berharap pelatihan SPAB dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas, sehingga budaya sadar bencana dapat ditanamkan sejak usia dini.

Sementara itu, narasumber dari Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Timur, Dahlia Kusumawati, menjelaskan bahwa pelatihan SPAB memberikan pemahaman menyeluruh mengenai manajemen penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi, manajemen kedaruratan, praktik penanganan bencana, hingga penyusunan rencana tindak lanjut di masing-masing satuan pendidikan.

Menurutnya, sekolah yang menerapkan konsep Satuan Pendidikan Aman Bencana adalah sekolah yang telah memiliki prosedur dan mekanisme yang jelas dalam menghadapi kondisi darurat sehingga seluruh warga sekolah, terutama peserta didik, dapat terlindungi dari risiko bencana.

Untuk mewujudkan hal tersebut, sekolah perlu membentuk tim siaga bencana, menetapkan jalur evakuasi, titik kumpul, titik evaluasi, serta melaksanakan simulasi kebencanaan secara berkala.

Dahlia menambahkan, salah satu tantangan yang masih sering ditemukan adalah belum siapnya tenaga pendidik menghadapi situasi darurat. Kepanikan guru ketika bencana terjadi dapat menghambat proses evakuasi peserta didik. Selain itu, kesiapan sekolah juga harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, seperti tangga darurat, jalur evakuasi, titik kumpul yang aman, hingga revitalisasi bangunan apabila kondisi fisiknya sudah tidak layak.

Di kesempatan terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Mandung Sulaksono, mengatakan pelatihan yang diikuti 15 guru tersebut merupakan respons atas meningkatnya kejadian bencana di berbagai daerah di Indonesia. Melalui program ini, sekolah diharapkan mampu memahami manajemen penanganan bencana sesuai karakteristik dan potensi risiko di wilayahnya.

Ia berharap sekolah-sekolah peserta dapat menjadi percontohan dalam penerapan SPAB di Kota Kediri. Sebelumnya, Dinas Pendidikan bersama BPBD Kota Kediri juga telah melakukan pendampingan penerapan SPAB di SMPN 6 Kediri.

Ke depan, penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan diharapkan tidak hanya membuat peserta didik memahami langkah yang harus dilakukan saat terjadi bencana, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana. [nm/ted]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo: Judol hingga Korupsi Masih Jadi Ancaman Serius, Penyebab Kemiskinan Rakyat
• 21 jam laludisway.id
thumb
Foto: Pesona Petik Laut Muncar, Tradisi Banyuwangi yang Selalu Memikat Wisatawan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Serba-serbi HUT ke-80 Bhayangkara di Cikeas Bogor
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
DPR Sepakati Asumsi Makro APBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Dipatok 5,8%-6,5%
• 15 menit lalukumparan.com
thumb
Kapan Taufik Hidayat Diadili? Begini Nasib Terbaru Tersangka Kasus Penyekapan YTR
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.